Mendagri Batalkan Subsidi Parpol Rp1 Triliun

Polhukam  MINGGU, 05 APRIL 2015 , 11:00:00 WIB

Mendagri Batalkan Subsidi Parpol Rp1 Triliun

TJAHJO KUMOLO/IST

RMOL. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akhirnya buka suara terkait dana partai politik (parpol) dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dia mengisyaratkan niat tersebut tak direalisasikan tahun ini. Prosesnya sampai sekarang, kata eks sekretaris jenderal DPP PDIP itu, masih sebatas wacana.

"Itu kan baru melempar wacana. Soal setahun atau lima tahun lagi direalisasikan, belum tahu. Setidaknya untuk pemilu serentak 2019, harus dievaluasi," katanya sebagaimana dikutip RMOLSumsel.Com.

Mantan anggota Komisi I DPR ini berpendapat, pemberian dana parpol Rp1 triliun dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan korupsi di Tanah Air. Sebab, korupsi marak bermuara di parpol, lantaran biaya politik tinggi.

Kalau pun parpol dibiayai negara, kata dia, maka besaran nominalnya perlu dibicarakan kembali.

"Sekarang aturannya gimana, kalau memang harus dibiayai oleh negara, berapa jumlahnya harus disepakati bersama, sepanjang kemampuan daerah, kemampuan negara ada," ujar Tjahjo di sela Musrenbang Tingkat Provinsi Jabar di Hotel Horison.

Dia mengatakan, dengan adanya dana tersebut, seharusnya partai politik bisa mendisiplinkan ang­gotanya agar tidak melakukan korupsi.

"Kalau sudah cukup membangun infrastruktur, cukup untuk pengentasan kemiskinan, kan gak ada masalah menyisihkan anggaran untuk partai politik. Tinggal besarannya, ya dibahas bersama," katanya.

Seperti diketahui, gagasan yang disampaikan tersebut sempat menimbulkan reaksi pro kontra. Kalangan seperti LSM, akademisi, hingga ormas, mayoritas menolak gagasan itu kar­ena dianggap pemborosan.

"Bagaimana pertanggungjawa­bannya. Dan tidak ada jaminan, dibiayai Rp1 triliun politisi tidak akan lagi korupsi," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

Namun dari kalangan parpol, justru usulan Tjahjo itu diacungkan jempol. Rekan sesama politisi menyambut baik dan sangat respek dengan usulan dana parpol Rp1 triliun per parpol. Baik politikus yang ter­gabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) atau Koalisi Merah Putih (KMP) kompak menyatan dukungan pada usul Menteri Tjahjo.

"Uang yang diberikan negara sebesar Rp108 untuk setiap suara di pemilu masih sangat kecil. Semetara kegiatan parpol seperti regenerasi, membutuhkan dana yang tidak kecil," kata Ketum PPP hasil Muktamar Surabaya, M Romahurmuziy. [tah]



Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45