Golkar DKI Diharap Tak Terseret Arus Tidak Sehat

Polhukam  SENIN, 13 APRIL 2015 , 11:54:00 WIB | LAPORAN:

Golkar DKI Diharap Tak Terseret Arus Tidak Sehat

ILUSTRASI/IST

RMOL. Sekretaris ‎Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) DKI Jakarta, Barita Ricky Tobing meminta DPD Golkar DKI tak mudah mengikuti arus tidak sehat, mengingat status quo yang menerpa partai beringin saat ini.

Menurutnya, Golkar DKI menunggu putusan pengadilan terkait sengketa kepengurusan antara versi musyarah nasional (munas) Bali yang dikomandoi Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono, ketua umum versi munas Ancol.

"Toh kalau sudah ada putusan pengadilan, siapapun pemenangnya, semua pihak pasti manut," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (12/4).

Menurut Ricky, penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar DKI oleh kubu Agung merupakan cara berpolitik primitif. "Sangat disayangkan, Golkar kembali ke jaman Machiavelli," ketus dia.

Lebih jauh, Ricky menerangkan, manuver politik primitif tersebut adalah menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan yang semata-mata melestarikan kekuasaan semata.

Seburuk-buruknya tindakan pengkhianatan, imbuhnya mengingatkan, dilakukan penguasa yang dijustifikasi kejahatan dari yang diperintah.

‎"Konflik Golkar saat ini berawal dari sekelompok orang yang di pemerintahan kurang puas dengan perolehan mereka. Sehingga, memperalat partai merebut kekuasaan," beber dia. [tah]

Komentar Pembaca