Sengkuni dan "Neocortex Warfare"

E-PAPER RM  SABTU, 18 APRIL 2015 , 23:20:00 WIB

TAK pernah dikisahkan oleh para dalang dan juru cerita, bagaimana awalnya raja jujur dan berbudi luhur seperti Yudhistira, ternyata hobi judi dadu koprok.

Sehingga Yudhistira, diantaranya, punya reputasi unik, yakni sebagai raja jujur dan taat aturan saat berjudi. Saking jujurnya berjudi, tak tersedia catatan rekam jejak kemenangan besarnya di meja judi.

Sengkuni tahu soal itu. Dan mengingat Sengkuni lebih suka cara-cara penaklukan yang "sophisticated" ketimbang kekerasan, muncul ide briliannya: mengundang penuh hormat Pandawa lewat jamuan persaudaraan disisipi acara judi dadu koprok di Istana Hastina.

Di tengah kebencian Duryudana pada Pandawa, baginya ide super mentornya itu, Sengkuni, super cemerlang. Di puncak hasratnya kalakan, permalukan dan preteli harga diri Pandawa dan Drupadi hingga ke titik ekstrim yang selalu dikenang dunia.

Meski judi dadu, seperti jenis judi lain merupakan sebentuk perbudakan atas keberuntungan, tapi lantaran Yudhistira hobi, diterimanya tantangan kubu Kurawa itu tanpa rasa gentar.

Tentu Sengkuni tak ingin Kurawa sekedar jadi budak keberuntungan di meja judi. Kemenangan mutlak harus dipastikan di pihak Kurawa.

Di situ pun tak pernah diceritakan para dalang dan juru cerita, bagaimana tekunnya Sengkuni mengikir dadu sebelum tanding judi itu, agar mata dadu yang muncul sesuai maunya. Dipadu pengasahan kemampuan teknik mengocok dadu agar presisi.

Sebagai teoritikus dan maestro di ranah "neocortex warfare", Sengkuni pun telah menyiapkan seperangkat aturan yang bakal bikin Pandawa tak berdaya di meja judi atas kenyataan terus terpretelinya satu demi satu kekayaan, kebanggaan dan harga dirinya.

Mirip kisah tragis negeri kita yang terus terpreteli jantung konstitusinya, kekayaannya dan harga dirinya di hadapan kaum neo-imperialis dan neoliberal. Meski kita tak sedang berperang secara konvensional, bukan?

Oleh Nanang Djamaludin, Jaringan Anak Nusantara (Jaranan)

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00