RMOLJAKARTA

Home

Share |
Jokowi-JK Terlalu Gegabah, Tidak Teliti Terhadap Track Record Tiongkok
Senin, 27 April 2015 , 17:07:00 WIB

IST
  

Jika pun langkah dominasi Tiongkok ini diklaim pemerintah sebagai langkah terpaksa, saya menilai pemerintah Jokowi-JK terlalu gegabah tidak teliti terhadap track record proyek yang ditangani Tiongkok.

Bukankah beberapa pengadaan barang dan jasa yang melibatkan Tiongkok acap kali bermasalah. Salah satunya adalah proyek program percepatan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batubara, gas, dan energi terbarukan atau fast track programme tahap I.

Pembangkit listrik yang dibangun Tiongkok dalam proyek ini tak bisa berproduksi maksimal lantaran banyak komponen usang. Selain itu, pada kasus pengadaan transjakarta, banyak unit yang rusak dan berkarat.

Proyek pembangkit listrik tahap I yang dikerjasamakan dengan Tiongkok hampir 90 persen rampung. Namun, kapasitas produksi listrik itu hanya 30 persen-50 persen saja. Ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang dibangun kontraktor Jerman, Perancis, dan Amerika yang bisa mencapai 75 persen-80 persen.

Selain alasan ideologis visi Trisakti, fakta track record proyek Tiongkok yang berkualits rendah tersebut seharusnya patut menjadi pertimbangan Jokowi -JK untuk tidak memberi jalan mulus bagi dominasi Tiongkok.

Oleh Ubedilah Badrun, Direktur Puspol Indonesia


Baca juga:
Mungkinkah Berharap Pada Presiden yang Jiwa dan Pikirannya Telah Diperbudak?
Surat Terbuka Kepada Jokowi: Antara TKI dan Mary Jane
Terapkan Eksekusi Mati, Jokowi Disebut Tukang Bohong
Jokowi Klaim Isi Pidato KAA Dari Dirinya
Jokowi Bungkam Disinggung Soal Eksekusi Mati


Komentar Pembaca

Pulau Fam Raja Ampat Jadi Konservasi, Penangkapan Ikan Dilarang





Berita Populer