KONTRAK TPST BANTARGEBANG

Adendum Kontrak Berubah, DKI Rugi Rp182,6 Miliar

Polhukam  SENIN, 04 MEI 2015 , 11:45:00 WIB | LAPORAN:

Adendum Kontrak Berubah, DKI Rugi Rp182,6 Miliar

IST

RMOL.  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus merugi hingga Rp182,6 miliar akibat perubahan addendum kontrak kerja sama antara Dinas kebersihan DKI dengan TPST Bantargebang. Perubahan kontrak dilakukan sampai empat kali. Ucok Sky Khadafi dari Center for Budget Analysis (CBA) pun mendak agar aparat menyelediki kerjasama tersebut.

"DKI menderita kerugian Rp187,6 miliar, karena PT GTJ tak membayar denda akibat perubahan addendum," ungkap pria yang akrab disapa Ucok tersebut kepada RMOLJakarta, Senin (4/5).

Lebih jauh, Uchok menerangkan, Pemprov DKI merugi Rp182,6 miliar dari pengelolaan TPST Bantargebang lantaran PT GTJ tak membayar denda sebesar Rp94,9 miliar pada 2013 dan Rp87,6 miliar di tahun 2012, akibat perubahan addendum tersebut itu.

Denda ini sendiri diakibatkan PT GTJ belum mengoperasikan pemilahan II (GALFAD) dan pemilahan III (sanitary landfill organik).

"Padahal, sesuai penawaran awal, GALFAD seharusnya beroperasi pada akhir 2011," tegasnya.

Eks koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) itu menerangkan, PT GTJ terlambat mengoperasikan pemilihan II dan III karena minimnya dana untuk berinvestasi, mengingat total pembangunan fasilitas tersebut mencapai Rp700 miliar.

Pihak PT GTJ pun berdalih, belum dibangunnya pemilihan II dan pemilahan III lantaran pemulung berdemo karena tak sesuai desain awal dan diputuskan pengajuan GALFAD dan landfill organik ditunda melalui pengajuan addendum.

"Sebab, dalam laporan keuangan tahun 2010, PT GTJ baru punya Rp93 miliar. Dan total pendanaan atau modal untuk investasi yang mereka punya pada tahun 2013, baru sebesar Rp497,7 miliar," bebernya.

Tapi, PT GTJ beralasan, terlambatnya pembangunan pemilihan II dan III karena adanya penolakan dari para pemulung. "Alasan penundaan itu hanya akal-akalan pihak perusahaan saja," tandas Uchok. [zul]



Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45