Ketum Alwashliyah Serukan Shalat Gaib Untuk Korban Gempa Nepal

Advetorial  SENIN, 04 MEI 2015 , 14:48:00 WIB | LAPORAN:

Ketum Alwashliyah Serukan Shalat Gaib Untuk Korban Gempa Nepal

KETUA UMUM PB ALWASHLIYAH YUSNAR YUSUF/MARIO/RMOLJAKARTA

RMOL. Gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang melanda Nepal dan sekitarnya pada Sabtu (25/4) lalu langsung menelan ribuan korban. Tercatat gempa paling mematikan itu telah merenggut ribuan orang.

Termasuk diantaranya ratusan umat Islam. Gempa ini juga dilaporkan telah memicu kehancuran luar biasa di wilayah Kathmandu dan sekitarnya.

"Dari informasi di berbagai media massa disebutkan korban tewas yang terus bertambah. Bahkan telah mencapai angka 6.621 orang. Korban luka-luka juga mengalami peningkatan drastis hingga mencapai 14.023 orang. Sedangkan lebih dari 100 orang dilaporkan tewas di India dan China, yang merupakan negara tetangga Nepal," kata Ketua Umum Pengurus Besar Alwashliyah, Ustadz Yusnar Yusuf, dalam pernyataan tertulis yang diterima RMOLJakarta, Senin (4/5).

"Kami menyampaikan ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi di sana," lanjut dia.

Yusnar juga menyerukan, agar dilakukan sholat ghaib bagi ummat Islam Nepal yang wafat akibat gempa, dan mendokan korban lainnya yang masih selamat.

"Segenap washliyin turut berbelasungkawa, dan laksanakankah sholat ghaib bagi ummat Islam Nepal yang wafat akibat gempa juga mendoakan para korban lainnya," tutur Yusnar.

Kathmandu, sambung Yusnar, adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Nepal. "Disana ada ada kampung muslim di daerah Gorkha, tempat dimana terdapat madrasah yang menjadi tempat belajar umat Muslim di kota Seribu Kuil ini," terangnya lagi. [prs] 

Komentar Pembaca
Sumber Kegaduhan Di Indonesia

Sumber Kegaduhan Di Indonesia

SELASA, 23 MEI 2017 , 17:00:00

BNN Harus Segera Periksa Ahok

BNN Harus Segera Periksa Ahok

SELASA, 23 MEI 2017 , 15:00:00

Alasan Ahok Batal Banding

Alasan Ahok Batal Banding

SELASA, 23 MEI 2017 , 13:00:00

Survei Nasional

Survei Nasional

JUM'AT, 19 MEI 2017 , 15:33:00

Diperiksa Ditreskrimsus

Diperiksa Ditreskrimsus

SELASA, 16 MEI 2017 , 22:40:00

Tanam Pohon

Tanam Pohon

SELASA, 16 MEI 2017 , 16:16:00