Oknum DPRD DKI Keruk Uang Rakyat Melalui Perjalanan Dinas Fiktif

Polhukam  JUM'AT, 08 MEI 2015 , 09:21:00 WIB | LAPORAN:

Oknum DPRD DKI Keruk Uang Rakyat Melalui Perjalanan Dinas Fiktif

ILUSTRASI/IST

RMOL. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, ada lima oknum DPRD DKI Jakarta mengeruk uang rakyat melalui anggaran perjalanan dinas dewan pada 2013 dan 2014. Ini sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap APBD ibukota.

Dia mencontohkan pada 2013, dimana ditemukan bukti-bukti perjalanan dinas berupa tiket pesawat atas nama lima anggota dewan berinisial TY, EL, RN, IS, dan AL. Namun, mereka tidak berangkat atau mengikuti tugas tersebut.

"Ini terbukti dari tidak ditemukannya nama lima anggota DPRD dalam manisfest penerbangan. Padahal, biaya tiket telah dibayar kepada travel. Dan ternyata, lima anggota itu tidak melakukan dinas karena sakit atau penugasan partai politik pengusungnya," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/5).

Parahnya, kata Uchok, kelima anggota dewan tersebut tetap mengambil uang harian dan akomodasi sebesar Rp24,13 juta dan menggelembungkan harga tiket sebesar Rp69,912 juta. Ini terendus dari selisih antara biaya rill dengan dokumen pertanggungjawaban.

"Alasan mereka yang tidak masuk akal ketika melakukan mark up adalah pembayaran biaya transportasi perjalanan dinas mempergunakan metode secara lumsum, bukan menggunakan perhitungan biaya riil (at cost) sesuai Pergub DKI No. 107/2013 tentang perjalanan dinas dalam dan luar negeri," tuturnya.

Sementara pada 2014, negara berpotensi dirugikan sebesar Rp81,222 juta. Rinciannya, Rp66,484 akibat penggelembungan harga, Rp11,691 juta dari tiket atas nama orang bukan anggota DPRD, dan Rp3,046 lantaran tanggal perjalanan dinas tak sesuai konfirmasi Garuda.

"Kalau ditotal, maka negara diperkirakan merugi Rp175,265 juta akibat ulah segelintir anggota dewan yang hanya ingin jalan-jalan," pungkas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Berdasarkan hasil audit BPK atas APBD 2014, diketahui alokasi perjalanan dinas DPRD pada 2013 sebesar Rp1,912 miliar dan yang terealisasi hanya Rp187,6 juta. Sedangkan hasil audit terhadap APBD 2015, anggaran tersebut Rp2,187 miliar dan penyerapannya hingga November 2014 hanya Rp1,303 miliar. [tah]

Komentar Pembaca