RMOLJAKARTA

Home

Share |
Ketum Al Wasliyah Himbau Generasi Muda Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
Sabtu, 09 Mei 2015 , 20:51:00 WIB
Laporan:

KETUM DAN PENGURUS AL WASHLIYAH/IST
  

RMOL. Aljam’iyatul Wasliyah merupakan organisasi Islam yang lahir pada 30 November 1930 dan bertepatan pada 9 Rajab 1349 H di Kota Medan, Sumatera Utara. Aljam’iyatul Washliyah yang lebih dikenal dengan sebutan Al Washliyah lahir ketika bangsa Indonesia masih dalam penjajahan Hindia Belanda (Nederlandsh Indie).

"Sehingga pendiri Al Washliyah ketika itu turut pula berperang melawan penjajah Belanda. Tidak sedikit tokoh Al Washliyah yang ditangkap Belanda dan dijebloskan ke dalam penjara," terang, Yusnar Yusuf, Ketua Umum PB Al Wasliyah terpilih periode 2015-2020.

Tujuan utama pendirian organisasi Al Washliyah, kata dia, untuk mempersatukan umat yang saat itu Terpecah belah dan berbeda pandangan. "Perpecahan dan perbedaan tersebut merupakan salah satu strategi Belanda untuk terus berkuasa di bumi Indonesia," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, organisasi Al Washliyah turut pula meraih kemerdekaan Indonesia dengan menggalang persatuan umat di Indonesia.

Penjajah Belanda yang menguasai bumi Indonesia terus berupaya agar bangsa Indonesia tidak bersatu, sehingga mereka terus mengadu domba rakyat. Segala cara dilakukan penjajah agar rakyat Indonesia terpecah belah. Karena bila rakyat Indonesia bersatu maka dikhawatirkan bisa melawan pejajah Belanda.Upaya memecah belah rakyat terus merasuk hingga ke sendi-sendi agama Islam.

Umat Islam kala itu dapat dipecah belah lantaran perbedaan pandangan dalam hal ibadah dan cabang dari agama (furu’iyah). Kondisi ini terus meruncing, hingga umat Islam terbagi menjadi dua kelompok yang disebut dengan kaum tua dan kaum muda. Perbedaan paham di bidang agama ini semakin hari kian tajam dan sampai pada tingkat meresahkan.

"Dengan terjadinya perselisihan di kalangan umat Islam di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan, pelajar yang menimba ilmu di Maktab Islamiyah Tapanuli Medan, berupaya untuk mempersatukan kembali umat yang terpecah belah itu. Upaya untuk mempersatukan umat Islam terus dilakukan dan akhirnya terbentuklah organisasi Al Jam’iyatul Washliyah yang artinya perkumpulan yang menghubungkan. Maksudnya adalah menghubungkan manusia dengan Allah SWT (hablun minallah) dan menghubungkan manusia dengan manusia (sesama umat Islam) atau hablun minannas. Momentum kebangkitan nasional pada 20 mei mendatang hendaknya dapat dijadikan spirit generasi muda Islam untuk bersatu, secara teguh dan utuh. Pererat ukuwah islamiyah, jangan mau diadu domba dengan cara apa pun. Dengan bersatunya anak muda maka Islam akan menjadi kekuatan ekonomi dan politik terkuat di dunia," tukasnya lagi.

Jadi, sambung dia, jangan sekali-kali generasi muda Islam melupakan sejarah perjuangan para ulama. [zul] 
 


Baca juga:
Hanya Sebagai Saksi, Artis AA Dibebaskan
Inilah Nama Artis Indonesia Berinisial AA
Ini Kronologis Penangkapan Artis AA dan Sang Mucikari
Artis AA dan Pengakuan Pria Yang Pernah Mengorbitannya (2)
Artis AA dan Pengakuan Pria Yang Pernah Mengorbitannya (1)


Komentar Pembaca

Kemenko Kemaritiman Ingin Implementasikan Jalan Raya Plastik





Berita Populer