RMOLJAKARTA

Home

Share |
Negara Makin Salah Dikelola
Senin, 11 Mei 2015 , 18:02:00 WIB

IST
  

RMOL. Demonstrasi adalah hak politik setiap warga negara yang dijamin UUD 1945 dan UU 9/1998. Oleh karena itu siapapun boleh menyatakan pendapat termasuk dengan cara demonstrasi.

Demikian disampaikan sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun kepada RMOLJakarta di Jakarta, Senin (11/5).

‎"Jika ada mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi tanggal 20 Mei, saya melihatnya sah-sah saja. Ini dilakukan sebagai aksi protes terhadap jalannya negara yang makin salah kelola dan pemimpinnya menjauh dari janji-janji kampanyenya ketika pilpres lalu," tegas dia.

Demonstrasi tanggal 20 Mei, imbuh Direktur Puspol Indonesia ini, tentu memungkinkan ditafsirkan beragam. Sebab, bagi penguasa saat ini, jika demo tanggal 20 itu massif, bisa menjadi ancaman bagi.

Kekecewaan terhadap kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden RI mulai memunculkan reaksi di kalangan mahasiswa. Rencananya pada 20 Mei 2015 mendatang, ribuan aktivis mahasiswa dari berbagai jaringan elemen kampus di daerah berencana menyerbu masuk Jakarta untuk menggelar aksi besar-besaran.

Aksi tersebut akan digelar secara besar-besaran di depan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Pihak aparat kepolisian pun diminta untuk tidak menghalangi.

"Sekitar seminggu sebelum tanggal 20 Mei, rekan-rekan mahasiswa dari berbagai daerah akan masuk Jakarta untuk bergabung dalam aksi besar-besaran di Istana Negara," demikian pesan singkat yang menyebar. [arp]


Baca juga:
Pengamat: Wanted! Dicari Janji Nawa Cita Jokowi-JK
Pengamat Sebut Jokowi Itu Presiden Dari Survei
TNI Jadi Penyidik KPK, Pengamat Bilang Bentuk Kemunduran Demokrasi
Pertumbuhan Ekonomi Menurun, Jokowi Jangan Cari Kambing Hitam
Pemerintahan Jokowi Minim Prestasi dan Makan Gaji Buta


Komentar Pembaca

Pulau Fam Raja Ampat Jadi Konservasi, Penangkapan Ikan Dilarang





Berita Populer