Dinas Perumahan DKI Diduga Korupsi Proyek Elevator DPRD

Polhukam  JUM'AT, 15 MEI 2015 , 09:31:00 WIB | LAPORAN:

Dinas Perumahan DKI Diduga Korupsi Proyek Elevator DPRD

GEDUNG DPRD DKI/IST

RMOL. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, ada dugaan korupsi penyusutan anggaran Rp489 juta pada proyek pengadaan elevator Gedung DPRD dan Blok G Balaikota DKI Jakarta oleh Dinas Perumahan.

Katanya, mark down atau mengurangi volume pekerjaan proyek itu sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2014 terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013.

"Akibatnya, negara merugi sebesar Rp190 juta terkait pembangunan jalan akses penghubung balaikota ke lobi lift. Kerugian sebesar Rp252 juta juga harus ditanggung negara akibat pemasangan louvre lantai 22 (atap)," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (15/5).

"Lalu, perapihan lobi lift penumpang lantai 2-9 Blok G mengakibatkan kerugian negara Rp5,6 juta, pekerjaan lansekap juga merugikan negara Rp34 juta, dan pekerjaan lain-lain menyebabkan kerugian Rp7,2 juta," imbuh dia.

Atas dasar itu, kata Uchok, CBA mendesak aparat hukum menyelidiki kasus ini. Sebab, melanggar Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2010, Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No. 37/2011, dan Surat Perjanjian No.895/-076.94.

"Walaupun potensi kerugian negara sebesar Rp489 juta sudah dibayar ke kas daerah, 30 Januari 2015, tapi unsur pidananya tidak boleh hilang," tandas eks aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Proyek pengadaan elevator tersebut dilakukan Dinas Perumahan pada 2013 dengan anggaran Rp20 miliar. Sementara realisasinya hanya Rp17,147 juta serta perencanaan pekerjaan ini oleh PT AEA, PT BK pengawas, dan PT JKMP selaku pelaksana pekerjaan fisik.

Pekerjaan tersebut pun sesuai Surat Perjanjian No.895/-076.94 tanggal 25 september 2013 dengan masa berlaku 75 hari kalender. Kemudian, kontrak diaddendum dengan No. 144/-076.94 tanggal 26 November 2013 tentang Pekerjaan Tambah Kurang dan masa pekerjaan dirubah menjadi berakhir pada 13 Desember 2013. [tah]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45