RMOLJAKARTA

Home

Share |
Eksponen 98: Yang Punya Fungsi Penyidikan Polisi Bukan Tentara
Minggu, 17 Mei 2015 , 16:28:00 WIB

KPK/IST
  

RMOL. Tidak semua eksponen mahasiswa era 98 sepakat dengan wacana perekrutan penyidik Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ubedilah Badrun adalah salah satunya. Eksponen Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) ini mengatakan tentara lebih baik fokus saja pada fungsi pertahanan dan keamanan negara.

"Negara saat ini makin salah kaprah. KPK itu lembaga independen yang membutuhkan penyidik dari institusi yang memiliki fungsi tersebut. Institusi yang memiliki fungsi penyidikan adalah kepolisian, bukan tentara. Terlepas kepolisian memiliki kekurangan," kata pria yang kini menjadi dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini kepada RMOLJakarta, Minggu (17/5).

Saat ini, tambah dia, KPK perlu membenahi kualitas penyidiknya. Jika tentara ngotot ingin masuk jadi penyidik KPK, itu memungkinkan banyak pihak memberi interpretasi bahwa tentara punya agenda tertentu.

"Tentara adalah institusi satu satunya yang tidak tersentuh KPK. Saran saya aktivis 98 tidak perlu mendorong-dorong tentara masuk KPK," tegas dia.

Kemarin, Jaringan 98 Lampung mendukung wacana perekrutan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mewujudkan janji Trisakti dan Nawacita Presiden Joko Widodo.

"Kami mendukung penguatan KPK dalam pemberantasan korupsi. Salah satunya dengan cara perekrutan prajurit TNI yang berpengalaman dan berintegritas tinggi," kata Juru Bicara Jaringan 98 Lampung Ricky Tamba kepada RMOLJakarta, Sabtu (16/1).

Langkah ini, sambungnya, guna membantu perwujudan program Nawacita Jokowi keempat yakni menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem serta penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. [arp]


Baca juga:
IKAPPI: Langkah Jaja Laporkan PD Pasar Jaya ke KPK Tepat
Tak Kasih Nafkah Rp4 Juta ke Anak, Eks Istri Polisikan HH
Tidak Ada Lagi Ancaman Militerisme, Yang Ada Bahaya Korupsi dan 'Ngawurisme'
Aktivis 98 Dukung KPK Rekrut Penyidik TNI
Kesulitan Air, 450 Hektar Sawah Di Cilincing Terancam Gagal Panen


Komentar Pembaca

Lima Fokus Warga Jabar Pilih Pemimpinnya





Berita Populer