RMOLJAKARTA

Home

Share |
17 Tahun Reformasi, Demokrasi Hanya Sebagai Alat Bagi Oligarki
Rabu, 20 Mei 2015 , 17:04:00 WIB

DEMO 98/IST
  

SEJAK jatuhnya rezim Soeharto hingga pemerintahan Jokowi-JK, sistem politik Indonesia tidak mampu melahirkan pemerintahan yang efektif.

Bahkan ketika demokrasi semakin liberalistik digelar sejak tahun 2004 melalui pemilu legislatif dan dengan sistem proporsional daftar terbuka serta pemilu presiden secara langsung kita tidak mampu menghasilkan anggota DPR yang berkualitas dan tidak mampu menghasilkan pemerintahan yang efektif, hanya bisa melahirkan rezim yang bertahan dan memelihara oligarki mafia.

Pemilu dijadikan sebagai arena kontestasi subyektif sekaligus arena transaksional yang membelah dan merusak watak rakyat. Ongkos politik yang besar memicu korupsi politik yang meluas.
Kapabilitas sistem politik berada pada posisi kapabilitas yang rendah karena tak kunjung menghadirkan arah kesejahteraan rakyat yang seharusnya makin terang.

Oligarki politik justru yang tumbuh subur, kelompok elit politik berkuasa lebih terlihat berlomba-lomba untuk mencapai tujuan pragmatisnya. National interest (kepentingan nasional) diabaikan, konstitusi dan undang-undang makin dikesampingkan.

Angka pertumbuhan ekonomi masih terus nangkring diangka 4-5 persen, angka kemiskinan stagnan dikisaran 14 persen. Dominasi asing makin kuat hingga mencapai 75 persen. Utang luar negeri makin terus bertambah hingga mendekati Rp4.000 triliun.

Kewibawaan negara bergerak menurun. Demokrasi diukur dengan otak atik angka survei di tengah masyarakat yang gagap, liquid dan kehilangan panduan. Analisis kualitatif diabaikan, kemunafikan politik menjadi tontonan.

Itulah fakta setelah 17 tahun reformasi, fakta yang bertentangan dengan cita-cita reformasi ketika kami dengan akal, keringat, darah dan kematian berjuang meruntuhkan rezim diktator dan korup pada 1998.

Oleh Ubedilah Badrun, pengamat politik UNJ dan aktivis 98


Baca juga:
Aktivis Jaringan '98 Sebut Reformasi Telah Mati
Peringati Reformasi, Kader HMI Diserukan Gelar Aksi 20 Mei 2015
Sikap Jokowi Mirip Wiranto Saat Awal Reformasi
PDIP DKI Targetkan Kemenangan Pilkada 2017 dan Pemilu 2019
Surga Haram Bagi Pemimpin Penipu Rakyat


Komentar Pembaca

Pulau Fam Raja Ampat Jadi Konservasi, Penangkapan Ikan Dilarang





Berita Populer