Uchok: Korupsi Printer dan Scanner 'Membunuh' Warga DKI

Polhukam  MINGGU, 31 MEI 2015 , 18:21:00 WIB | LAPORAN:

Uchok: Korupsi <i>Printer</i> dan <i>Scanner</i> 'Membunuh' Warga DKI

printer 3d di sman 95 jakbar/ist

RMOL. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, harga satuan printer 3D dan scanner sebesar Rp5,9 miliar pada APBD Perubahan (APBD-P) DKI 2014, tak masuk logika.

"Ini mark-up yang sudah tak menggunakan otak, karena sangat besar," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (31/5).

Menurut eks koordinator Advokasi dan Investigasi Fitra itu, dipastikan proyek tersebut seperti pengadaan uninterruptible power supply (UPS), yakni melibatkan oknum anggota DPRD DKI dan pemerintah provinsi (pemprov).

"Modusnya, bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Tapi, sudah 'membunuh' warga Jakarta," ketus Uchok, bekas aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Bareskrim Polri kini tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan printer 3D dan scanner di 25 SMAN dan SMKN di Jakarta Barat.

Sementara ini, Korps Bhayangkara tengah menghitung dugaan kerugian negara akibat proyek yang pengadaannya di dilakukan Sudin Pendidikan Menengah Jakbar dan dibahas bersama Komisi E.

"Dari penyelidikan dan penyidikan sementara, kami melihat ada kecenderungan penggelembungan harga dan proses di dalam pengadaannya, tidak sesuai prosedur," ucap Dirtipikor Bareskrim, Brigjen Ahmad Wiyagus, Jumat (29/5). [tah]

Komentar Pembaca