Data Piutang Pajak Pemprov DKI Diragukan Akurasinya

Ekonomi  JUM'AT, 12 JUNI 2015 , 11:18:00 WIB | LAPORAN:

Data Piutang Pajak Pemprov DKI Diragukan Akurasinya

ilustrasi/ist

RMOL. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, piutang pajak perorangan atau swasta di Jakarta mengalami peningkatan pada 2014 dibanding tahun sebelumnya.

Pasalnya, piutang pajak pada 2014 menembus Rp5,972 triliun. Sementara tahun 2013 hanya Rp4,524 triliun. Artinya, peningkatan tersebut sebesar Rp1,447 triliun dan itu berpengaruh terhadap rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini.

"Tapi, sangat diragukan data tersebut valid, akurasinya tepat, sekalipun jumlahnya sudah termasuk sanksi administrasi dalam bentuk bunga/denda," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/6).

Akibatnya, lanjut Uchok, berpotensi adanya penyelewengan dalam Penerbitan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) atas sanksi administrasi. "Kemudian, karena akurasi nilai piutang diragukan. Maka, berimbas pada laporan piutang dalam dokumen pergub," jelasnya.

Eks aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan data piutang pajak tak sesuai kondisi riil. Pertama, buruknya koordinasi antara tiap kasudin Pelayanan Pajak dengan kabid Sistem Informasi Pajak Daerah terkait pemakaian aplikasi Sistem Pemungutan Pajak Daerah (SP2D) Web.

"Kedua, kinerja petugas aplikasi SP2D Web tak maksimal, karena jeleknya berkoordinasi dengan Bidang Sistem Informasi terkait penggunaan aplikasi ini," jelas Uchok.

"Dan terakhir, masih banyak petuga pajak yang memakai data pencatatan secara manual ketika menyusun laporan piutang," tandas bekas koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) itu. [tah]


Komentar Pembaca