RMOLJAKARTA

Home

Share |
Jawaban Bijak Pada Anak yang Tanya Cara Membuat Anak
Minggu, 05 Juli 2015 , 10:22:00 WIB

IST
  

RMOL. Dalam suatu seminar Parenting, seorang ibu muda yang sedang hamil bertanya pada saya. Rupanya si ibu itu butuh jawaban bijak atas pertanyaan lugu namun "berat" dari putrinya yang duduk di bangku PAUD.

Pertanyaan anaknya itu kira-kira begini: "Bunda, kok bunda bisa hamil dan punya anak sih? Aku juga mau punya anak, agar anakku bisa main dengan bonekaku."

Saya katakan pada si ibu, justru pertanyaan anaknya itu patut disyukuri. Karena ditanyakan langsung oleh si anak kepada orangtuanya.

Untuk itu orangtua pun harus menjadikan itu sebagai momentum memberi penjelasan kepada anak secara benar dan jujur, penuh kasih sayang, dengan bahasa yang mudah dimengerti anak tentunya, yang berlandasan nilai-nilai agama berbasis sains. Sehingga mampu membangun proses pemahaman yang baik dalam diri anak terkait aspek-aspek penting dari yang ditanyakannya.

Memang banyak orangtua saat ditanya dengan pertanyaan sejenis itu oleh anaknya malah justru tidak bijak dalam menjawab. Seperti: "Ah, kamu anak kecil, tanya kok seperti itu. Sana main sama temanmu!"

Malah tak sedikit orangtua yang tidak menjawab pertanyaan seperti itu karena mungkin bingung harus menjawab seperti apa.

Jawaban atau sikap orangtua yang cenderung menghindar dari pertanyaan anak yang seperti itu, sebenarnya tak meredakan keingintahuan si anak. Malah dapat memicu anak mencari tahu kepada orang lain, atau melalui sumber-sumber lain yang boleh jadi penjelasan yang diperolehnya salah. Bahkan mungkin menyesatkan ataupun menjerumuskan anak.

Kepada si ibu muda itu lalu saya berikan cara menjawab pertanyaan anaknya, yakni seperti berikut ini:

Begini Nak. Seperti halnya berlaku pada ayam atau bebek atau unggas lainnya, bahwa pada semua ibu, termasuk bundamu  juga punya telur, namanya ovum. Namun tidak seperti telur bebek atau telur ayam yang suka kamu makan, telur bunda tidak berada di luar tubuh bunda.

Telur bunda berada di dalam tubuh bunda yang bernama rahim. Bentuk telur bunda sangat kecil dan jumlahnya pun sangat banyak. Dari banyaknya telur yang bunda miliki itu, lalu ada satu dari telur milik bunda yang berkembang di dalam perut bunda menjadi bayi.

Perlu kamu ketahui juga nak, bahwa setiap ayah, termasuk ayahmu pun memiliki telur, tapi namanya sperma. Nah, telur bunda yang membesar dan menjelma menjadi bayi itu terjadi jika sebelumnya telur bunda bertemu dan menyatu dengan milik telur ayah.

Dan beberapa waktu setelah kedua telur milik bunda dan ayah itu menyatu, kemudian Tuhan pun meniupkan ruh atau nyawa kepadanya. Maka jadilah seorang bayi.

Tapi Nak, yang harus kamu harus pahami, bahwa bertemunya telur milik seorang laki-laki dan seorang perempuan itu dimungkinkan jika keduanya telah dewasa. Sebab cuma orang dewasa saja yang punya telur.

Dan kamu pun perlu tahu, bahwaa pertemuan kedua telur milik laki-laki dan perempun itu pun harus didahului oleh ikatan yang bernama pernikahan yang diridhoi Tuhan. Serta atas dasar saling menyayangi di antara keduanya, Nak.

Dari gambaran penjelasan seperti itu kepada anak, sebenarnya secara langsung maupun tidak, kita pun  sedang menanamkan aspek-aspek pemahaman sains berbasis nilai-nilai keagamaan ke dalam diri anak. Sekaligus pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini kepadanya.

Seiring perkembangan usia anak nantinya, tentu orangtua pun harus terus memberi pengayaan pemahaman yang benar kepada anak tentang aspek-aspek sebagaimana yang dipertanyakannya, terlebih yang berkenaan seputar masalah kesehatan reproduksi seperti pertanyaan di atas.

Dengan begitu, orangtua telah menunaikan tugasnya sebagai guru pertama dan utama bagi anak-anaknya secara baik di rumah.  

Semoga apa yang saya sampaikan itu dapat bermanfaat bagi para keluarga muda lain, yang mungkin menghadapi pertanyaaan serupa dari sang buah hati. Salam Anak Nusantara.

Oleh: Nanang Djamaludin, Praktisi Hypnoprenting dan Perlindungan Anak Jaringan Anak Nusantara(JARANAN).


Baca juga:
Menghadapi Pertanyaan Si Kecil tentang Tuhan
Margriet, Pembunuhan Berencana, dan Pembentukan Laskar Simpatik
Kekuatan Gaib Bung Karno Saat Masih Bocah
Kisah Cinta Monyet Bung Karno saat Remaja
Analisis Video Cabul Bocah Ingusan


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer