Arogan, Ahok Didesak Copot Lurah Pulau Tidung

Kepulauan Seribu  SENIN, 06 JULI 2015 , 10:18:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didesak copot Masud Hamid sebagai lurah Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, lantaran sikapnya tak mencerminkan seorang pemimpin.

Anggota Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Pulau Tidung, Fuadi, mencontohkan beberapa sikap Masud yang arogan. Misalnya, mengambil keputusan sepihak terkait calon petugas PKPK.

"Calon petugas yang sudah tidak lolos seleksi berkas, bahkan sudah diumumkan panitia ke masyarakat luas, ternyata dengan secara sepihak oleh lurah diluluskan. Ini ketahuan pada pengumuman final," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/7).

"Itu kan sangat mencederai nama baik panitia seleksi kelurahan dan mengecewakan para peserta lain yang sudah lolos pada seleksi berkas sebelumnya," imbuhnya ketus.

Masud, kata Fuadi, dengan tega tak meluluskan seorang pekerja harian lepas (PHL) saat mengikuti seleksi PKPK. Padahal, telah mengabdi selama 14 tahun dan masuk kategori K-2.

Sikap Masud yang tak laik sebagai pemimpin juga tercermin dari kasus kisruh lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), dimana masyarakat mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan mengadakan rapat dengar pendapat yang digelar LMK.

"Hasil rapat merekomendasikan, agar LPM dilanjutkan dengan catatan harus diperketat pengawasan keuangannya. Tetapi, lurah tidak mengindahkan keputusan terbut, karena membentuk lembaga baru dengan memanfaatkan SK para RW. Ini kan sama saja memecah-belah masyarakat menjadi dua kubu dan berpotensi menimbulkan konflik sosial," bebernya.

"Kami juga menyayangkan sikap lurah yang tidak merangkul LMK sebagai mitra. Terkesan lurah menghilangkan peran LMK dengan membentuk semacam tim penasihat yang terdiri dari beberapa orang pilihan lurah sendiri. Ini sangat kami sayangkan mengingat LMK merupakan amanat Perda DKI," imbuhnya mengingatkan.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rechasiring Pulau Seribu, Komarudin, juga berpandangan sama.

Dia lantas mencontohkan sikap kesewenang-wenangan Masud yang lainnya. Misalnya, mengusir delegasi LMK saat rapat koordinasi dengan lurah serta tokoh masyarakat setempat.

"Pengusiran tanpa alasan yang jelas. Bahkan, lurah melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan berusaha merebut handphone anggota LMK, Ulil Amri," ungkapnya.

Atas dasar itu, kata Komarudin, pihaknya mendesak Ahok dan pejabat DKI lain, baik Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Inspektorat, memanggil Masud dan memecatnya. "Karena dia tak laik memimpin. Sebaiknya distafkan saja," pungkas dia. [tah]

Komentar Pembaca
PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

PSSI Tak Berprikemanusiaan

PSSI Tak Berprikemanusiaan

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 11:59:00

Terima Majalah RMOL

Terima Majalah RMOL

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 22:58:00

Satroni DPRD

Satroni DPRD

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 13:05:00