Intervensi Seleksi PHL, Lurah Masud Khianati Harapan Ahok

Kepulauan Seribu  SABTU, 11 JULI 2015 , 08:42:00 WIB | LAPORAN:

Intervensi Seleksi PHL, Lurah Masud Khianati Harapan Ahok

lasro marbun/ist

RMOL. Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Lasro Marbun menyebut, sikap Lurah Pulau Tidung, Masud Hamid, masih memakai cara lama, lantaran turut campur dalam seleksi pekerja harian lepas (PHL).

Padahal, lanjutnya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Wagun Djarot Saiful Hidayat, hingga Sekretaris Daerah Saefullah, mendorong seleksi itu dilakukan secara profesional, tanpa ada campur tangan siapapun.

"Mungkin beliau belum belajar pada situasi saat ini, tapi tiga tahun lalu. Ini kondisi riil. Teman-teman serius, bila semua ingin kondisi kebaruan. Jadi harus bicara seperti itu," ujarnya kepada RMOLJakarta di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Apalagi, kata bekas kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI ini, ada beberapa dimensi dalam pemberdayaan PHL itu. Misalnya, pemberdayaan komunitas.

"Kita berdayakan untuk urus dirinya melalui (rekruitmen yang dilakukan di tingkat) lurah," jelasnya. Sehingga itu, proses rekruitmennya harus memberikan pelajaran objektif kepada masyarakat, apa adanya, sesuai kebutuhan, dan ketentuan.

Dengan demikian, kata Lasro, maka sikap Lurah Pulau Tidung tersebut menciderai filosofi rekruitmen ini.

Anggota Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Pulau Tidung, Fuadi sebelumnya menyebut, sikap Masud sangat arogan dalam memimpin masyarakat di wilayah kerjanya. Dia lantas mencontohkan dengan keputusan sepihak terkait calon petugas PKPK.

"Calon petugas yang sudah tidak lolos seleksi berkas, bahkan sudah diumumkan panitia ke masyarakat luas, ternyata dengan secara sepihak oleh lurah diluluskan. Ini ketahuan pada pengumuman final," bebernya.

"Itu kan sangat mencederai nama baik panitia seleksi kelurahan dan mengecewakan para peserta lain yang sudah lolos pada seleksi berkas sebelumnya," imbuhnya ketus.

Masud, ungkap Fuadi, dengan tega tak meluluskan seorang pekerja harian lepas (PHL) saat mengikuti seleksi PKPK. Padahal, telah mengabdi selama 14 tahun dan masuk kategori K-2. [tah]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00