Infra 'Cium' Kejanggalan Proyek LRT Versi Ahok

Polhukam  SELASA, 15 SEPTEMBER 2015 , 09:57:00 WIB

RMOL. Direktur Eksekutif Indonesia for Transparency and Accountability (Infra), Agus Chairudin menyebut, proyek light rail transit (LRT) versi Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), harus ditolak DPRD.

"Karena banyak hal yang tidak jelas mulai dari fisibility studies, detail engineering desaign (DED) and bill of quantity master plan konstruksi hingga SKIM pembiayaannya," ujarnya dalam pesan elektronik, Senin (14/9).

‎Menurut Agus, rencana pembangunan LRT tidak transparan. Ketidakjelasan pembiayaan proyek itu tercermin dari pernyataan Kepala BPKAD DKI, Heru Budi Hartono, yang menyatakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bakal mencari pinjaman Rp65 triliun untuk menjalankan pembangunan.

Padahal, lanjutnya, sebelumnya ‎Ahok menyebut, DKI butuh Rp37 triliun, dimana dananya berasal dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responbility/CSR).

Apalagi, sesuai peraturan daerah (perda), Jakpro mendapatkan penyertaan modal pemerintah (PMP) secara multiyears senilai Rp11 triliun yang akan digunakan untuk menunjang proyek moda transportasi‎ berbasis rel ini.

"‎Ketidaktransparan Gubernur Basuki menimbulkan banyak asumsi miring, terutama dengan pembatalan sepihak atas proyek Jakarta Monorel," jelasnya.

Ironisnya, biaya pembangunan LRT oleh PT Adhi Karya lebih murah dibanding PT Jakpro. Padahal, kedua perusahaan pelat merah itu sudah go publik di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

"Kenapa PT Adhi Karya bisa lakukan jual investasi untuk biaya LRT, tapi PT Jakpro tidak bisa?" tanyanya.

‎Hal ini, menjadi alasan Infra mendesak Kebon Sirih untuk menolak megaproyek tersebut. Sebab, diindikasikan 'beraroma' KKN.

Agus pun meminta aparat penegak hukum, KPK, Kejagung, dan Polri, secara bersama-sama turut mengawasi dan meneliti proyek LRT versi Ahok berdasarkan UU Tipikor, Perpres Pengadaan Barang/Jasa, dan PP No. 58/2005.

"Sebagai wujud institusi-institusi yang berkomitmen mewujudkan clean and good governance," tandas dia. [rmo/tah]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00