RMOLJAKARTA

Home

Share |
Read, Bacalah dan Iqra (Bagian 3)
Formula Dasar dan Strategi Penumbuhkembangan Tradisi Berliterasi Anak
Sabtu, 14 November 2015 , 11:52:00 WIB

IST
  

READ sebagai formula dasar yang diterapkan di dalam lingkungan keluarga, harus diiringi dengan penerapan strategi 'Bacalah' oleh orangtua di rumah. Hal ini agar penumbuhkembangan ke arah minat dan tradisi berliterasi anak semakin kuat.

Dalam strategi 'Bacalah' B adalah "bangunlah perpustakaan keluarga di rumah". Perpustakaan keluarga ini tentu perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada di masig-masing keluarga. Baik itu kondisi rumah, keuangan, dan sebagainya. Pada dasarnya, tak jadi soal perpustakaan itu dibangun sesederhana mungkin. Yang penting ada.

Jika di tahap awal, misalnya, koleksi buku anak yang mampu tersedia di rumah, di luar buku wajib di sekolah anak, sebanyak 1,2, atau 3 buku, tentu itu tidak menjadi masalah. Tentu di kesempatan lain bisa semakin ditambah koleksi buku perpustakaan keluarga, bukan?

A adalah "ajak anak secara rutin mengunjungi perpustakaan". Baik itu perpustakaan nasional, perpustakaan daerah, TBM, perpustakaan masjid, perpustakaan mobil keliling dan sebagainya. Serta mendaftarkan diri anak menjadi anggota perpustakaan itu. Orangtua pun perlu mendaftarkan dirinya
sendiri sebagai anggota perpustakaan bila memang belum menjadi anggota perpustakaan.

C adalah "ceritakanlah kepada anak hal-hal menarik dari bahan bacaan yang dibaca orangtua." Jika yang anda baca orangtua terkait keterampilan praktis ataupun hobbi tertentu, misalnya, maka ajaklah anak  mempraktekkannya bersama-sama. Misalkan tentang cara membuat kerajinan tangan, membuat kue,
memelihara hewan kesayangan, berkebun, dan sebagainya.

A adalah "aturlah waktu bersama anak mengunjungi toko buku, atau pasar buku, atau pameran-pameran buku secara berkala". L adalah "latihlah anak untuk mengungkapkan isi buku yang telah dibacanya,
maupun pikiran-pikiran yang ada di benaknya". Latihan pengungkapan itu bisa dilakukan secara lisan maupun tertulis.

A adalah "apresiasilah setiap capaian sekecil apapun yang terlihat dari perkembangan kemampuan dan keterampilan anak dalam berliterasi." H adalah "hadiahi anak dengan buku-buku bertema hal-hal yang diminati dan disukainya pada momen-momen specialnya".  Misalnya saat anak  berulang tahun, kenaikan kelas, lulus sekolah dan sebagainya.

Selain 'Read' dan 'Bacalah' yang berbasis keluarga di rumah, ada pula strategi 'Iqra' untuk diterapkan di sekolah. 'Iqra' sebagai strategi bisa menjadi panduan bagi para guru dan para pengelola perpustakaan sekolah dalam rangka turut mengembangkan dan memperkuat tradisi berliterasi siswa, yang sebelumnya sudah terlebih dahulu ditumbuhkan minatnya di rumah oleh para orangtua lewat penerapan formula 'Read' dan strategi 'Bacalah'.

Namun perlu diketahui, baik itu formula dasar READ, strategi IQRA, dan strategi BACALAH, sesungguhnya elemen-elemen di dalamnya bisa pula digunakan oleh para pengelola dan pegiat literasi di mana pun, baik itu para pengelola perpustakaan nasional, perpustakaan daerah, perpustakaan
masyarakat (TBM), dan unsur-unsur masyarakat lainnya yang konsen dengan dunia literasi anak. Idealnya memang adalah dalam rangka untuk memperkaya apa yang sudah diterapkan di rumah oleh para oangtua.

Pada 'Iqra", I adalah "implementasikan perwujudan Sekolah Ramah Buku, yang melengkapi konsepsi Sekolah Ramah Anak". Hal ini dilakukan dengan mengerahkan sumber daya dan sumber dana yang
tersedia pada pihak sekolah.

Oleh Nanang Djamaludin, Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Hypnoparenting dan Perlindungan Anak





Baca juga:
Read, Bacalah dan Iqra (Bagian 2)
Read, Bacalah dan Iqra (Bagian 1)
Penggunaan Baby Walker Picu Masalah Membaca Anak
Parenting, Literasi dan Digitalisasi Arsip Keliling Kelurahan
Hanjaba 2015, 'Role Model' Pesta Literasi Anak Bagi Daerah Lain


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer