Banyak Dirusak Warga, Rekayasa Lalin di Karet Bivak Dianggap Gagal

Jakarta Pusat  JUM'AT, 04 DESEMBER 2015 , 21:30:00 WIB | LAPORAN:

Banyak Dirusak Warga, Rekayasa Lalin di Karet Bivak Dianggap Gagal

rekayasa lalin di karet bivak/rmoljakarta

RMOL. Rekayasa lalu lintas (Lalin) yang digagas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat ternyata tidak berjalan efektif. Pasalnya, banyak alat pendukung rekayasa lalu lintas tersebut dirusak oleh warga.

Pantauan di lokasi, penunjuk arah yang berada di ujung flyover Karet Bivak di coret-coret menggunakan pylox. Sementara, Movable Concrete Barrier (MCB) di kawasan tersebut telah disingkirkan.

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, pihaknya belum memonitor permasalahan tersebut, namun menurutnya Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat bisa menjaga aset yang ada di kawasan tersebut.

"Sebab meskipun masih dalam masa ujicoba jika pengawasan tidak diperketat dan terjadi resistensi dari warga sekitar harusnya diketahui lebih dini oleh petugas Sudinhubtrans," Jumat (4/12).

Lebih lanjut Arifin mengatakan, selain pengendara motor, ada juga angkutan umum seperti Metro Mini dan Kopaja yang menggunakan jalur tersebut, selain jaraknya yang lebih dekat, angkutan umum mengharapkan dapat penumpang dari pintu keluar stasiun.  Padahal menurutnya setiapp warga harus berjalan terlebih dahulu jika ingin naik kendaraan umum.

"Dimana mana pengguna angkutan umum pasti jalan kaki dari satu titik ke titik tunggu angkutan umum," ujarnya.

Meski demikian Arifin mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian untuk membicarakan kelanjutan rekayasa lalu lintas ini. Pasalnya, dengan adanya rekayasa lalu lintas di kawasan ini bisa mengurai kemacetan.

"Sebab sebelum dilakukan ujicoba, tepat di perempatan karet bivak ketika jam pulang kerja hampir selalu terkunci," jelasnya.

Hal ini dikarena aktivitas dari empat sisi, baik yang dari Kasablanca hendak ke arah Pejompongan, kemudian dari arah pejompongan yang mau ke Manggarai dan Kasablanca serta dari arah manggarai yang hendak ke Pejompongan.

Ditambah satu sisi lagi dari arah KH Mas mansyur yang juga hendak mengarah ke Pejompongan. Apalagi dikawasan tersebut ada perlintasan sebidang kereta commuterline, sehingga selalu crowdid. Untuk itu dilakukan.

Sementara itu Kasat Lantas Jakarta Pusat, AKBP Sakat mengaku tidak pernah diajak berkoordinasi terkait rekayasa lalu lintas di kawasan karet bivak, sehingga pihaknya tidak terlalu memperhatikan kawasan tersebut.

Menurutnya jika ada koordinasi tentu pihaknya akan menempatkan anggota, baik untuk mengatur lalu lintas, maupun memastikan rekayasa lalin dikawasan tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

"Kita tidak pernah diajak koordinasi terkait rekayasa lalin di kawasan tersebut," ujarnya saat dihubungi.

Dwi,24, salah satu pengguna jalan mengatakan, sejak empat hari lalu, putaran tersebut memang sudah terbuka dan tidak ada petugas yang berjaga. Menurutnya, penutupan putaran tidak efektif karena hanya menggunakan MCB plastik yang bisa digeser warga.

"Putarannya sudah terbuka dari kemarin kok. Ini juga penutupnya cuma pakai MCB plastik, jadi mudah dibuka," kata Dwi.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, bagaimanapun pengendara pasti akan menggunakan jalur yang mudah. Jika pembatas disingkirkan pasti banyak pengendara yang melintasinya. Dirinya juga tidak melihat petugas ketika siang hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa rekayasa lalulintas di kawasan Karet Bivak sudah dilaksanakan sejak 2 Oktober lalu. Adapun rekayasa lalin tersebut, untuk kendaraan yang datang dari Jalan KH Mas Mansyur yang hendak ke Jalan Kasablanca harus belok kiri ke arah hotel Shangri La putar balik, kemudian belok kiri lagi ke arah Kasablanca.

Begitu juga pengendara dari jalan KH Mas Mansyur yang akan ke arah Pejompongan harus belok kiri ke arah hotel shangri la kemudian putar balik, dan lurus terus ke arah penjompongan atau melalui flyover putar balik di depan London School Public Relation. [prs]



Komentar Pembaca
Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Panglima TNI Mau Bikin Konflik?

Panglima TNI Mau Bikin Konflik?

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

PSSI Tak Berprikemanusiaan

PSSI Tak Berprikemanusiaan

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 11:59:00

Terima Majalah RMOL

Terima Majalah RMOL

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 22:58:00

Satroni DPRD

Satroni DPRD

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 13:05:00