Warga Pulau Sebira Resahkan Keberadaan KM Benoa 1

Kepulauan Seribu  RABU, 13 JANUARI 2016 , 20:54:00 WIB | LAPORAN: DODY PRANOWO

Warga Pulau Sebira Resahkan Keberadaan KM Benoa 1

km benoa 1 di pulau sebira/ist

RMOL. Warga Pulau Sebira merasa resah dengan keberadaan kapal besar KM Benoa 1 yang melakukan pengangkatan BMKT bekas VOC di perairan sebalah timur, Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.  

Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan pada Selasa (12/1) sekitar pukul 23.00 WIB, terkait adanya kapal besar yang melakukan pengangkatan bangkai kapal bekas peninggalan VOC yang tenggelam di perairan Pulau Sebira.    

"Saya sudah berkoordinas dengan Pak Kapolres dan tadi pagi pukul 10.00 WIB dari Polair sudah meluncur kelokasi," ungkap Budi, Rabu (13/1).

Menurut Budi, saat ini pihak Kepolisian sudah mengambil data baik ABK maupun nahkoda kapal dimana salah satu pemegang pasportnya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal negeri China.

"Pihak Polres Kepulauan Seribu untuk mencari tahu apakah mereka mempunyai izin atau tidak terkait pengangkatan BMKT bekas VOC di sebelah Timur Pulau Sebira apalagi bangkai kapal tersebut  tidak boleh sembarangan mengekploitasi tanpa izin negara," ungkapnya.

Budi menegaskan, di tahun 2016 pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan terhadap peninggalan barang-barang bersejarah yang ada di dasar laut. Karena itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, Satpol PP dan Perhubungan.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP John Weynart Hutagalung mengatakan, KM. Benoa 1 bertolak dari Pontianak dengan tujuan Masuji Lampung dilengkapi dengan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan 31 orang awak kapal 8 Warga Negara Indonesia (WAN) dan 23 orang Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari Tiongkok Cina dengan izin pembersihan alur dari Kementerian Perhubungan.

"Mereka diperbolehkan mengangkat BMKT di wilayah Mesuji, tetapi pengambilan dilakukan di luar koordinat yang diberikan dalam izin salvage (lokasi yang diambil adalah lokasi yang dilarang dalam alur pelayaran karena wilayah offshore)," paparnya.

Namun diakui John, dari hasil proses pemeriksaan, kapal tersebut tidak dilengkapi izin pengambilan BMKT bekas VOC di peraiaran Pulau Sebira dari Kementerian Pariwisata dan Kemudahan Khusus Keimigrasian (Dahsuskim) dari Imigrasi.

"Dan dari hasil proses pemeriksaan kapal tersebut ternyata tidak dilengkapi izin pengambilan BMKT bekas VOC di perairan Pulau Sebira dari Kementerian Pariwisata dan Dahsuskim dari Imigrasi," ungkap Kapolres.

Lebih jauh Kapolres menambahkan, saat ini surat-surat kapal dan dokumen keimigrasian diamankan ke Pulau Sebira guna pemeriksaan lebih lanjut. [prs]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00