RMOLJAKARTA

Home

Share |
Tak Terima Perusahaannya Diblacklist, Owner KUJ Protes Sudin Tata Air Jaksel
Selasa, 19 Januari 2016 , 15:22:00 WIB

ILUSTRASI PENGERJAN PROYEK/IST
  

RMOL. Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan diprotes karena dinilai telah sewenang-wenang memblacklist PT Karang Unarang Jaya (KUJ). Akibatnya perusahaan jasa konstruksi tersebut tidak bisa mengikuti proses lelang hingga dua tahun ke depan.

"Kami protes karena perusahaan kami di-blacklist. Padahal volume pengejaan kami mencapai 63 persen. Kami juga sudah melaksanakan seluruh tahapan prosedur, serta menindaklanjuti surat teguran yang diberikan Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan," kata Direktur PT Karang Unarang Jaya (KUJ), Ferry Christantyo di Balai Kota, Selasa (19/1).

Pihaknya, lanjut Fery, selalu merespon seluruh surat teguran maupun surat peringatan dengan baik. Diantaranya dengan mempercepat proses pengerjaan serta meminimalisir dampak proyek di lapangan.

"Seluruh surat balasan selalu kami lampirkan dengan foto-foto progress pengerjaan. Sehingga mereka tidak bisa secara sepihak mengeluarkan surat blacklist," tegas Ferry.

PT Karang Unarang Jaya diketahui pemenang proyek pembangunan/peningkatan saluran penghubung di kawasan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Surat penetapan blacklist itu sendiri ditandatangani Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan, Deddy Budiwidodo pada Kamis (7/1) lalu.

Secara terpisah, Kepala Suku Tata Air Jakarta Selatan, Holi Susanto justru membantah pihaknya telah mengeluarkan surat penetapan blacklist kepada PT Karang Unarang Jaya. Loli yang baru dilantik Gubernur DKI Jakarta pada Jumat (8/1) lalu itu menyebutkan, perusahaan tersebut kemungkinan mengerjakan proyek milik Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan.

"Mohon maaf, mungkin proyek yang dimaksud milik Suku Dinas Bina Marga. Karena setahu saya tahun kemarin Suku Dinas Tata Air tidak ada lelang," jelas Loli melalui layanan pesan singkat yang dikirimkan kepada wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPD Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKSINDO) DKI Jakarta, Mardin Zendrato mendesak  Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan untuk meninjau ulang status blacklist PT Karang Unarang Jaya. Menurutnya, kisruh APBD DKI telah menghambat pelaksanaan proses pengerjaan proyek fisik di lapangan, karena keterbatasan waktu.

"Harus dicabut status blacklist PT Karang Unarang Jaya, karena mepetnya waktu. Apalagi perusahaan itu volume pengerjaannya mencapai 63 persen. Tahun lalu saja tidak ada satupun perusaan yang diblacklist, meski volume pengerjaan di bawah 50 persen," terang Mardin.  [dodo/zul]


Baca juga:
Belasan Sekretaris Kelurahan di Jakarta Utara Pilih Jadi Staf
Bestari Sebut Anggaran Rp700 Miliar Hasil Penggabungan Nomenklaktur di Sudin Tata Air Akan Dipisah
Antisipasi Banjir, Pemkot Jaksel Siagakan 32 Rumah Pompa
Warga Keluhkan Penurapan Kali Cipinang
CBA Sebut Ada Kejanggalan Dalam Lelang di Kemendes PDTT


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer

Pusat Perbelanjaan Kota Bekasi Difasilitasi Polisi Mal
Duh...Laporan Keuangan DKI Molor
Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah