RMOLJAKARTA

Home

Share |
Meski Bagian Ibu Kota, Warga Pulau Sebira Kesulitan Transportasi dan Jaringan Komunikasi
Rabu, 24 Februari 2016 , 07:55:00 WIB
Laporan: Dody Pranowo

PULAU SEBIRA/IST
  

RMOL. Meski bagian dari wilayah Ibu Kota negara, kondisi warga Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu luput dari perhatian Pemrov DKI Jakarta.

Sebab saat ini warga tidak memiliki jalur transportasi laut yang memadai. Tidak hanya itu, warga pun sulit berkomunikasi karena minimnya alat-alat komunikasi di pulau itu. Warga pun merasa terisolir dan dianaktirikan oleh Pemprov DKI.

Nabba (41), salah seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan mengakui saat ini warga di Pulau Sebira terisolir lantaran tidak tersedianya alat transportasi yang disediakan pemerintah.

Bahkan tidak ada jaringan telekomunikasi, sehingga warga benar-benar tidak bisa berkomunikasi dengan warga lainnya.

"Atas kondisi ini, warga meminta kepada pemerintah secepatnya mengambil langkah mengatasi persoalan ini. Sebab jika tidak, kami khawatir apabila ada bencana atau musibah warga tidak bisa secepatnya memberi informasi," terang dia, kepada wartawan, Selasa (23/2).

Ditambahkan Nabba, tahun lalu ada rencana pemasangan Base Transceiver Station (BTS). Namun, rencana itu hingga saat ini belum juga teralisasi. Padahal warga berharap menara tersebut segera dipasang dan kedepan pihaknya juga berharap provider lain bisa menumpang di BTS tersebut.

Bukan hanya alat transportasi dan komunikasi, para nelayan yang ada di Pulau Sebira saat ini juga kesulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal selama ini masyarakat yang ada di pulau tersebut sebagian besar adalah nelayan.

"Selain sulit, lantaran tidak adanya SPBU terdekat, harga BBM di wilayah kami sangat mahal. Parahnya lagi, jika ada warga yang mau menikah, biaya juga sangat tinggi, karena penghulu tidak ada. Jadi, mereka harus datang ke pulau lain dengan segala persiapan materi," pungkasnya.

Sementara Lurah Pulau Harapan Yulihardi mengakui warga Pulau Sebrira mengeluhkan berbagai kesulitan. Atas kondisi ini pihaknya didesak warga untuk bisa memfasilitasi dan bisa menyediakan transportasi, minimal 3 atau 4 kali dalam satu minggu.

Sebab selama ini angkutan umum terutama yang dimanfaatkan warga baik untuk ke darat maupun ke pulau sangat minim. [prs]


Baca juga:
PLN Tidak Mau Kerjakan Proryek Listrik di Pulau Seribu
Gedung Sekolah SDN 01 Pagi Pulau Kelapa di Pulau Seribu Nyaris Ambruk
Naik KM Sabuk Nusantara 46, Mau Jalan-Jalan ke Pulau Seribu Cuma Rp15 Ribu
Warga Pulau Sebira Resahkan Keberadaan KM Benoa 1
Menteri Yuddy Minta Pulau Seribu Tingkatkan Kunjungan Wisata


Komentar Pembaca

Lima Fokus Warga Jabar Pilih Pemimpinnya





Berita Populer

Lelang Proyek Breakwater Dimulai