Adi Gerindra - Selamat Anies Sandi
Verified Logo

Mohamad Sanusi: Saya Siap Bekerja Tanpa Syarat

Advetorial  SELASA, 15 MARET 2016 , 22:55:00 WIB

Mohamad Sanusi: Saya Siap Bekerja Tanpa Syarat

muhammad sanusi/ist

RMOL. Bagi kebanyakan orang, melakukan segala hal tanpa syarat (unconditional) mungkin terdengar ganjil. Tetapi, tidak demikian bagi Mohamad Sanusi. Pengusaha muda ini justru menganggap seseorang harus melalui tahapan unconditional jika ingin meraih sukses.

"Ada orang yang bilang, saya mau mencintai dia karena dia cantik. Itu belumun conditional. Untuk sampai ke sana, orang harus loyal. Kalau melakukan apa sajaunconditional, kita akan enjoy, nyaman, tenang, tidak gagap, tidak gugup, tidak berharap apa pun," kata Direktur Utama PT Bumi Raya Properti itu di Jakarta, baru-baru ini.

Seseorang yang ingin sukses, menurut Sanusi, juga harus berani keluar dari pakem, tak boleh takut mencoba hal-hal baru.

"Harus out of the box, harus keluar dari zona nyaman. Kalau tidak pernah berani keluar dari zona nyaman, kita tidak akan pernah menerima tantangan dan memulai sesuatu yang baru," ujar entrepreneur yang juga ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta.

Sanusi menganggap karyawan adalah aset, bukan objek. Itu sebabnya, suasana kondusif harus terus dibangun di antara mereka agar produktivitasnya meningkat.

"Kemudian berikan konten pada intelektual mereka, lalu spiritualnya ditingkatkan. Dengan begitu, mereka akan menjaga company seperti menjaga dirinya," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Berbekal filosofi dan nilai-nilai bisnis itulah, Sanusi malang-melintang dalam industri properti. Sejumlah proyek besar berhasil dibesutnya, seperti Thamrin City, ITC Kebon Kelapa (Bandung), ITC Cibinong (Bogor), Rau Trade Center (Serang), serta Banto Trade Center (Bukittinggi).

Selain filosofi unconditional, out of the box dan karyawan adalah aset, nilai-nilai apa lagi yang diterapkan Sanusi di perusahaannya? Apa pula visinya di bidang politik?

Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria kelahiran Jakarta, 4 Juli 1970 itu:

Bisa cerita perjalanan karier anda?
Sejak lulus teknik sipil dari ISTN, saya tidak pernah keluar dari bidang teknik sipil. Saya kerja sebagai engineer, kemudian naik menjadi project manager. Yang sekarang orang kerjakan itu tentang metode dinding diafragma. Saya kerja sejak 1996, ketika itu sebagai engineer di diaphragm walls. Metode dinding diafragma itu metode baru pada 1996, di mana orang boleh membangun gedung tinggi (high rise building) bukan dari bawah ke atas, tapi justru dari atas ke bawah. Itulah dinding diafragma. Di Jakarta hampir semuanya menggunakan itu.


Yang paling berkesan dari karier anda?
Pertama kali membangun proyek di Sahid, kemudian di Bank Danamon yang sekarang menjadi Sampoerna Strategic, dan terakhir Menara Jakarta. Setelah itu, sewaktu krisis ekonomi, saya bergelut di sales engineering.Saya ikut di Pionir Beton. Setelah itu ikut dichemical construction perusahaan Jerman. Dengan demikian, seluruhnya saya bergelut di bidang sipil. Terakhir, pada 2000-an, saya bersama partner mendirikan Ray White, agen properti. Dari situlah saya mulai bermain di properti.


Proyek properti apa saja yang anda garap?
Pada 2004, saya dipercaya oleh pemodal besar untuk mengelola dan men-developThamrin City, yang sekarang menjadi pusat batik dan busana muslim. Kemudian grup kami juga membangun ITC Kebon Kelapa di Bandung, ITC Cibinong, kemudian Rau Trade Center di Banten, serta Banto Trade Center di Bukittinggi. Itulah hasil karya perusahaan kami, PT Citicon. Semuanya di bidang properti.


Motivasi dan kunci sukses anda?
Yang pertama dimulai dari kehidupan pribadi. Saya harus berani out of the box,saya harus keluar dari zona nyaman (comfort zone). Kalau tidak pernah berani keluar dari zona nyaman, kita tidak akan pernah menerima tantangan dan memulai sesuatu yang baru.

Yang kedua, kebetulan saya beragama Islam, panutan saya adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau seorang entrepreneur. Beliau tidak punya modal, tapi punya kemampuan, punya visi, dan yang paling kuat adalah punya kejujuran. Kemudian dipercaya oleh banyak orang. Itu pun saya alami.

Saya pegang perusahaan, kemudian men-develop properti Thamrin City. Waktu itu, pada 2004, nilai proyeknya Rp 1,7 triliun. Saya sebagai direktur pemasaran, juga sebagai pemegang saham, tanpa modal seperak pun. Yang kami jual adalah pribadi kami, dedikasi, integritas, dan kejujuran. Bagaimana mengembangkan bisnis itu menjadi profit.

Jadi, kita harus berani out of the box. Setelah itu kuncinya adalah kejujuran. Yang paling penting, kunci sukses bagi saya ada tiga, yaitu bagaimana hubungan dengan Tuhan, bagaimana hubungan dengan orangtua, dan bagaimana hubungan dengan orang terdekat. Itu kunci sukses. Boleh baca semua buku otobiografi, kuncinya tetap itu.


Pesan anda kepada para pengusaha muda lainnya?
Fondasi atau bangunannya yang pertama adalah diri sendiri. Jadi, jangan lemah, lalu akibat kelemahan itu mengambinghitamkan sesuatu yang sebetulnya membelenggu diri kita. Misalnya karena kita susah, lalu melihat orang sukses, kemudian bilang dia bisa sukses karena orangtuanya kaya raya.


Lalu bilang, bagaimana mau usaha, saya kan tidak punya modal?
Itulah belenggu yang harus kita lepaskan. Kalau orang bisa, kita juga pasti bisa. Bagaimana kita meng-create diri sendiri untuk bisa menjadi besar. Yang sering saya sampaikan, seorang pemimpin harus menciptakan dan membuat dirinya menjadi seorang pemimpin, karena kita tak pernah tahu kapan diamanahkan menjadi seorang pemimpin.

Harus membangun diri sendiri terus, yang didasari oleh tiga budi luhur, yaitu kejujuran, kapabilitas dan tanggung jawab, serta visi yang kuat. Jangan pernah mengambinghitamkan diri sendiri, karena hal itu akan men-downgrade diri kita dan membuat kita menjadi lemah. Orang muda harus punya kejujuran, kapabilitas dan tanggung jawab, serta visioner. Kalau tidak punya visi, dia akan terombang-ambing, ikut arus. Kalau visinya kuat, dia tidak akan terombang-ambing.


Apa filosofi yang anda pegang dalam membangun bisnis?

Jadikan seluruh komponen, terutama karyawan, sebagai aset, bukan objek. Walaupun kita yang bayar, produktivitas mereka tergantung apa yang pernah kita bangun. Kalau itu dibangun dalam suasana kondusif, produktivitasnya meningkat. Kemudian berikan konten terhadap intelektual mereka, lalu spiritualnya ditingkatkan. Karena pengawasan tidak mungkin dilakukan setiap saat maka konten intelektualnya, spritualnya, dibangkitkan. Dengan begitu, mereka akan menjagacompany seperti menjaga dirinya.


Gaya kepemimpinan anda?
Untuk penyelesaian masalah di kantor, yang pertama adalah fungsi manajemen. Manajemen itu pembagian fungsi, ruang, dan pekerjaan, kepada kecakapan masing-masing orang. Kalau ada persoalan, kita lihat. Problemnya di orangnya atau standard operating procedure (SOP) manajemennya. Kalau pada orangnya, kita tidak bisa serta-merta menuding, memaki, itu tidak boleh. Harus mengutamakan dialog untuk menggali sumber persoalannya.

Itu kalau kita ingin menjadikan dia sebagai aset. Tapi kalau kita menjadikan dia sebagai objek, ketika performanya rendah, pasti tidak perlu panggil lagi. Langsung main pecat saja. Mungkin dicaci maki juga. Itu akan membuat suasana tidak kondusif.


Strategi anda dalam memajukan perusahaan?
Sebenarnya polanya sama dengan manajemen. Kita harusnya punya achievement, punya target-target. Lalu kita pilih orang-orang yang punya kapabilitas dan kapasitas di bidangnya. Ketika orang ingin bekerja di tempat saya, saya akan tanya apa alasannya ingin bekerja di tempat ini? Dari situ saya bisa melihat orang ini punya visi atau tidak.

Jadi, dia itu bekerja tidak hanya untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, tapi memiliki visi yang kuat untuk ikut mengembangkan perusahaan. Tidak usah dulu memikirkan dibayar berapa, orang kerja pasti dibayar. Tidak perlu juga beri alasan saya bekerja untuk membiayai ini dan itu.

Harus punya visi untuk ikut kembangkan perusahaan. Dengan begitu, saya bisa memegang prinsip the right man on the right place. Jadi, ada achievement, manajemen yang jelas, the right man on the right place, seluruh komponen menjadi aset, dan membangun komunikasi. Itu akan sampai pada suasana kondusif, sehingga produktivitas meningkat.


Contoh gebrakan anda di perusahaan?
Kita lihat Thamrin City. Dahulu orang tidak mau tempatin. Tokonya paling banyak di Jakarta. Satu kompleks itu tokonya bisa lebih dari 6.000 unit. Lalu bagaimana saya mengedukasi para pedagang Tasikmalaya di pinggir jalan untuk bisa masuk dan bagaimana saya meyakinkan bos-bos bahwa masuk ke sana gratis karena mereka punya potensi.

Kalau kita minta mereka masuk begitu saja dan bayar, lalu kita tidak bantu manajemennya, membentuk pasar dan promosinya, maka dia tidak bisa hidup dan tak akan beli toko kita. Tetapi kalau kita bantu, mereka akan beli dan toko kita bisa menjadi besar seperti sekarang.

Tidak ada orang besar kalau tidak menciptakan orang lain menjadi besar. Tak akan pernah orang itu kaya, kalau tidak membuat orang lain menjadi kaya. Buatlah banyak orang lain menjadi kaya. Kita tidak akan pernah miskin dengan membuat orang lain menjadi kaya. Itulah filosofi dasarnya.

Nilai-nilai yang anda pegang dalam bekerja dan berkeluarga?
Buat saya pribadi, saya akan berusaha semaksimal mungkin menjadi ikhsan, artinya sebagai hamba. Kalau sebagai hamba, berarti ada yang mencipta. Berarti kita harus mengagung-agungkan Sang Pencipta. Karena buat saya, kalau kita memperhatikan yang menciptakan kita, kita tidak usah khawatir, Dia akan jaga kita.

Langkah pertama adalah harus mencari tahu siapa kita. Tahap selanjutnya unconditional (tanpa syarat). Ada orang yang bilang, saya mau mencintai dia karena dia cantik. Itu belum unconditional. Untuk mencapai ke arah sana, orang harus loyal. Jadi, kita melakukan apa saja harusunconditional, sehingga kita enjoy, nyaman, tenang, tidak gagap, tidak gugup, tidak berharap apa pun.

Kalau ada orang yang kasih lebih, itu berarti karena kita bekerja. Setelah unconditional,kita akan masuk ke tahap sukses. Setelah itu, baru masuk tahap akhir, yaitu apa yang saya sebut sebagai ikhsan atau yang disebut dengan greatness, kita harus bisa berguna bagi orang lain. Sebab, percuma kita hidup bila tidak berguna bagi orang lain. Yang saya kejar sekarang adalah greatness,bagaimana semaksimal mungkin berguna untuk banyak orang.


Bagaimana anda menyeimbangkan hidup?
Kita harus jujur dengan diri sendiri. Ini masalah manajemen waktu, bagaimana kita mengatur sesuai dengan prioritas kepentingan. Maka, yang pertama adalah keluarga, walaupun kegiatan di luar banyak. Tapi sekali lagi, kalau kita lalai dan hanyut dengan dunia luar, pasti kita bakal mengabaikan banyak hal. Alangkah baiknya kita bisa menyelaraskan antara dunia bisnis, politik, dan keluarga.


Selain bisnis, anda juga terjun ke dunia politik, apa itu motivasinya?
Mungkin karena turunan juga kali ya, orangtua saya dulu juga aktif berorganisasi. Sejak SMA, saya suka berorganisasi, mulai dari OSIS, terus waktu kuliah hampir seluruh kegiatan saya pegang sebagai ketua, sampai menjadi ketua himpunan, ketua senat. Saya merasa, dengan beroganisasi, kita bisa banyak belajar mengenai karakter orang, belajar berkomunikasi dengan banyak orang, belajar sense of crisisterhadapi situasi. Itu adalah politik buat saya, sampai masuk partai politik.

Dimulai dari dulu masuk PKP. Setelah itu saya bersama Pak SBY mendirikan Partai Demokrat. Kemudian sekarang ke Partai Gerindra. Ketika saya masuk partai politik, semua teman saya di gerakan mahasiswa dulu memprotes saya. Saya jelaskan, kalau kita punya idealisme tapi tidak masuk dalam lorong itu, kita tidak akan pernah bisa mewujudkan idealisme itu.

Saya sekarang bendahara DPD Partai Gerindra DKI Jakarta. Di DPRD DKI Jakarta, saya pernah menjadi ketua fraksi periode 2009-2014, sekarang saya menjadi ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta. Komisi D DPRD DKI adalah komisi pembangunan. Bidangnya mulai dari penataan kota, perumahan, kebersihan, pertamanan dan pemakaman, pekerjaan umum, serta tata ruang dan lingkungan hidup.

Kalau kita bicara strategis, semuanya strategis. Visi saya berorganisasi adalah kalau orang punya visi, punya warna, maka kalau kita tidak bisa mengubah suatu perubahan, minimal kita mewarnai sebuah perubahan. Kalau orang bilang berlian ditaruh di tumpukan beras, tetaplah berlian. Tapi kalau kita tidak punya visi, kita akan sama dengan beras lain. Kalau kita tidak bisa melakukan perubahan karena kekuatannya begitu besar, kita harus terus berjuang mewarnai perubahan.


Kesibukan anda yang lain?
Saya punya lembaga sosial namanya, Mohamad Sanusi Center (MSC), berdiri sejak 2010. MSC terinspirasi janji-janji saya kepada masyarakat pada Pemilu 2009. Ternyata masyarakat bawah tidak bisa dikasih kebijakan semata. Perlu proses pendampingan, perlu diadvokasi. Kita dampingi bagaimana pemakaman bisa gratis, berobat secara gratis, dan lain-lain.


Kegiatan anda di luar jam kerja?
Saya suka bersepeda. Tetapi karena waktu tidak ada, saya jogging. Setiap pagi, bangun jam lima subuh, setelah mengantar anak ke sekolah, saya jogging. Hobi favorit saya sebenarnya balap, selain bersepeda dan travelling.

Pada waktu senggang, saya berupaya menghabiskan waktu bersama keluarga. Kegiatan bersama keluarga lebih sering inisiasi dari keluarga. Saya ikut saja ke mana diarahkan. Menjadi driver yang baik, pendengar yang baik, entah ke mal atau rumah keluarga. Tetapi seringnya saya ke rumah orangtua saya atau mertua. Kalau sama keluarga lebih quality time saja. [adv]



Komentar Pembaca
Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Fahri Hamzah Siap

Fahri Hamzah Siap "Nyikat" Anies-Sandi

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 11:00:00

Bupati Lebak Mengamuk!

Bupati Lebak Mengamuk!

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Next Apps.4.0

Next Apps.4.0

SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 16:34:00

Rakor FKDM

Rakor FKDM

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 15:15:00

Panglima TNI di FFN

Panglima TNI di FFN

RABU, 11 OKTOBER 2017 , 20:59:00

DPW PPP DKI JAKARTA