Cegah Peredaran Narkoba, Warga Pegangsaan Dua Bentuk Satgas Anti Narkoba

Jakarta Utara  SELASA, 22 MARET 2016 , 07:53:00 WIB | LAPORAN: DODY PRANOWO

Cegah Peredaran Narkoba, Warga Pegangsaan Dua Bentuk Satgas Anti Narkoba

satgas anti narkoba warga pegangsaan dua/dodi/rmoljakarta

RMOL. Sebagai bentuk keprihatin lantaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba kian marak, warga RW 07, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti narkoba.

Anggota yang tergabung dalam wadah ini tidak terbatas, bisa dari unsur RT/RW, petugas keamanan wilayah, warga,  relawan, TNI dan Polri. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak para pengedar narkoba di kawasan Kelapa Gading yang kian marak belakangan ini.

Muhammad Idris, ketua RW 07 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, mengatakan, dengan cara ini maka wilayah pemukiman warga bisa terbebas dari ancaman narkoba.

"Kami sengaja mendeklarasikan Satgas antinarkoba. Hal ini dilakukan karena peredaran dan penyalah gunaan narkoban sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi pemakai narkoba saat ini tidak hanya warga biasa, tapi pejabat daerah, TNI, Polri juga terjerat," kata dia, Senin (21/3).

Nantinya satgas yang bekerja sama dengan, Family Support Group (FSG)  yang merupakan mitra kerja BABES (Balai Besar ) BNN Lido akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada orang tua, pelajar, dan pemuda.

Ini perlu dilakukan dengan tujuan orang tua dan generasi muda tidak akan terjerumus dan terlibat narkoba.

Sementara Ketua FSG Eddi Haryanto mengakui pihaknya bekerja sama dengan RW 07, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading untuk bersama-sama melakukan pemberantasan narkoba.

"Ini perlu dilakukan mengingat saat ini kasus penyalahgunaan narkoba sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Pembentukan satgas antinarkoba di RT/RW ini merupakan salah satu rencana program kerja internal FSG," kata dia.

Saat ini kata dia, sudah ada sekitar 4,5 juta jiwa yang terlibat penyalahgunaan narkotika. "Angka tersebut merupakan warning bagi masyarakat agar waspada terhadap peredaran barang haram tersebut," tuturnya. [prs]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Salaman

Salaman

RABU, 22 NOVEMBER 2017 , 16:38:00