RMOLJAKARTA

Home

Share |
Langgar Perda, Petugas Bongkar Puluhan Lapak PKL di Taman Karapan Sapi
Jum'at, 25 Maret 2016 , 06:55:00 WIB
Laporan: Dody Pranowo

RMOL. Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan usaha pencucian motor yang selama ini memanfaatkan Taman Karapan Sapi, di Jalan RE Martadinata RW 14 dan 15, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara diobrak abrik petugas Satpol PP.

Para PKL pun tidak bisa berbuat banyak dan terlihat pasrah saat petugas mengangkut lapak dagangan milik mereka.

Lurah Tanjung Priok, Ma’mun mengatakan, penertiban terhadap puluhan lapak PKL di Taman Karapan Sapi itu karena selama ini mereka memanfaatkan taman yang seharusnya terbebas dari aktivitas perdagangan.

"Taman adalah paru-paru kota dan tidak boleh ada kegiatan PKL di lokasi itu. Sehingga keberadaan mereka melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang ketertiban umum," katanya, Kamis (24/3).

Sesuai fungsinya, kata dia, keberadaan taman merupakan jalur hijau. Tapi disalah gunakan dengan mendirikan usaha warung makan, warung rokok dan cucian mobil dan motor, sehingga membuat taman jadi rusak dan tampak kumuh.

Sebelum membongkar, pihaknya jelas Ma’mun telah melayangkan surat peringatan 3x24 jam pada pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunannya.

Namun, karena hingga batas yang ditentukan tak kunjung dibongkar, demi mengembalikan fungsi taman sebagai jalur hijau dan tempat bermain anak-anak, sebanyak 25 petugas Satpol PP dikerahkan untuk membongkar seluruh tempat usaha tersebut yang dibangun dengan triplek dan kayu. [prs]


Baca juga:
BPPKB Tanjung Priok Bidik Pria di Wilayahnya Lakukan Vasektomi
Rawan Tumbang, Petugas Toping Pohon di Tanjung Priok
Petugas Bersihkan Coret-coretan di Kolong Tol Tanjung Priok-Pluit
Tutupi Saluran Air, 64 Bangunan di Tanjung Priok Dibongkar
Warga Kolong Tol Tanjung Priok Tolak Pembongkaran


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer

Warga Pademangan Keluhkan Kinerja Petugas Jumantik
Tanggulangi Jalan Rusak, Pemkot Jakut Bentuk Tim Kuning
Cara Warga Cilincing Tanggulangi Meroketnya Harga Cabai