Kunker ke Luar Negeri, DPRD DKI Hanya Puaskan Nafsu Kesenangan Ingin Jalan-Jalan

Peristiwa  KAMIS, 28 APRIL 2016 , 14:02:00 WIB | LAPORAN:

Kunker ke Luar Negeri, DPRD DKI Hanya Puaskan Nafsu Kesenangan Ingin Jalan-Jalan
RMOL. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyoroti sikap sejumlah anggota DPRD DKI yang melakukan kunjungan kerja ke tiga negara.

Menurut pria yang akrab disapa Uchok ini, kunjungan kerja yang kerap dilakukan anggota dewan dinilai hanya sia-sia dan membuang-buang uang negara.

Terlebih kata Uchok, saat ini DPRD DKI tengah mendapat sorotan tajam setelah dihantam kasus korupsi berupa suap dalam pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta.  

"Masih ada juga anggota dewan yg cari cari masalah rupanya. Kerjanya hanya ingin jalan jalan untuk memuaskan nafsu kesenangan sendiri saja. Sudah tahu, dprd lg jadi sorotan karena kenakalan mereka karena kasus suap," kata Uchok pada RMOLJakarta, Kamis (28/4).

Uchok pun mengaku heran dengan sikap DPRD DKI yang masih nekat melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Masih ada juga anggota dewan yang sempat nakal juga dgn melakukan  suka jalan ke beberapa negara. Kunjungan ke luar negeri apapun alasan hanya menghambur hambur duit yang tidak bisa dimaafkan," ujar Uchok.

Seperti diketahui, Anggota  DPRD DKI melakukan kunjungan kerja ke tiga kota besar di negara berbeda, yakni Tokyo (Jepang), Seoul (Korsel) dan Beijing (China).  Kunker berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 April 2016.

Kepala Bagian Humas DPRD DKI Wawan Setiawan mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas mengacu pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Nomor 1831 Tahun 2013.

Dalam keputusan yang diteken Joko Widodo sebagai gubernur DKI pada 28 November 2013 itu, tertera aturan mengenai uang harian perjalanan dinas ke luar negeri.

Informasi yang dihimpun redaksi, ada 12 anggota dewan dan satu pimpinan ikut kunker. Mereka yang berangkat ke Tokyo adalah Prasetio Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI), Nasrullah, Abdul Ghoni dan Maman Firmasyah. Sementara yang berkunjung ke Beijing adalah Luki Sastrawiria, Hasbiallah, Yuke Yurike dan Zainuddin. Adapun yang berangkat ke Seoul adalah Santoso, A Fajar Sidik, Syarifudin, Hasan Basri Umar dan Tubagus Arief.

Masing-masing anggota dewan menerima uang harian sebesar 303 dolar AS. Khusus untuk Prasetio, dia menerima 519 dolar AS per hari.

Jadi, uang harian yang dikucurkan untuk kunker kali ini sebesar 16.620 dolar AS, total dari 14.544 dolar AS yang diterima 12 anggota dewan plus 2.017 dolar AS untuk Prasetio.

Dengan nilai tukar Rp 13.200 per dolar AS, maka uang uang rakyat Jakarta yang terpakai adalah sebesar Rp 219.384.000. [dka]





Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45