Kalau Masih Punya Akal Sehat, Hentikan Kunker DPRD DKI ke Luar Negeri

Peristiwa  KAMIS, 28 APRIL 2016 , 14:24:00 WIB | LAPORAN:

Kalau Masih Punya Akal Sehat, Hentikan Kunker DPRD DKI ke Luar Negeri
RMOL. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta DPRD DKI segera menghentikan kunjungan kerja ke luar negeri.

"Kalau masih punya akal sehat, semua kegiatan jalan-jalan seharus berhenti dulu," ujar Uchok saat berbincang dengan RMOLJakarta, Kamis (28/4).

Menurutnya, langkah ini penting diambil  guna memperbaiki citra DPRD DKI usai anggotanya tertangkap tangan KPK menerima suap dalam pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta.

"Demi menjaga citra DPRD yang semakin terpuruk gara-gara kunjungan ke luar negeri dan kasus suap yang sebentar lagi ada lagi tersangka dari anggota dewan," katanya.

Lebih lanjut mengatakan, para anggota dewan itu tak memikirkan perasaan rakyat. Uchok mengatakan, kunjungan ke luar negeri dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan di tengah situasi DPRD yang terlilit kasus.
Apalagi di sisi lain banyak masyarakat miskin Jakarta yang sedang menderita karena aksi penggusuran membabibuta oleh eksekutif.

Uchok meminta aparat hukum turun tangan menyelidiki aksi jalan-jalan anggota dewan yang diduga menghabiskan uang ratusan juta tersebut.

"Kalau ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan, sebaiknya segera ditindak tegas," tandas dia.

Seperti diketahui, Anggota  DPRD DKI melakukan kunjungan kerja ke tiga kota besar di negara berbeda, yakni Tokyo (Jepang), Seoul (Korsel) dan Beijing (China).  Kunker berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 April 2016.

Kepala Bagian Humas DPRD DKI Wawan Setiawan mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas mengacu pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Nomor 1831 Tahun 2013.

Dalam keputusan yang diteken Joko Widodo sebagai gubernur DKI pada 28 November 2013 itu, tertera aturan mengenai uang harian perjalanan dinas ke luar negeri.

Informasi yang dihimpun redaksi, ada 12 anggota dewan dan satu pimpinan ikut kunker. Mereka yang berangkat ke Tokyo adalah Prasetio Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI), Nasrullah, Abdul Ghoni dan Maman Firmasyah. Sementara yang berkunjung ke Beijing adalah Luki Sastrawiria, Hasbiallah, Yuke Yurike dan Zainuddin. Adapun yang berangkat ke Seoul adalah Santoso, A Fajar Sidik, Syarifudin, Hasan Basri Umar dan Tubagus Arief.

Masing-masing anggota dewan menerima uang harian sebesar 303 dolar AS. Khusus untuk Prasetio, dia menerima 519 dolar AS per hari.

Jadi, uang harian yang dikucurkan untuk kunker kali ini sebesar 16.620 dolar AS, total dari 14.544 dolar AS yang diterima 12 anggota dewan plus 2.017 dolar AS untuk Prasetio.

Dengan nilai tukar Rp 13.200 per dolar AS, maka uang uang rakyat Jakarta yang terpakai adalah sebesar Rp 219.384.000. [dka]

Komentar Pembaca