Indonesia Saatnya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Olahraga  SELASA, 17 MEI 2016 , 05:45:00 WIB

Indonesia Saatnya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
RMOL. Saatnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia. Demikian diungkapkan oleh Sarman El Hakim, Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) di Jakarta, Senin (16/5).

"Apa yang kurang dari Indonesia? Apa bedanya dengan Afrika Selatan? Bandingkan saat Piala Dunia belum dilaksanakan di sana (Afrika Selatan)," kata Sarman.

Kata Sarman, ia pernah mengajukan agar Federasi Sepak Bola Internasional atau yang kerap disebut FIFA memilih Indonesia sebagai tuan rumah di ajang Piala Dunia tahun 2022 nanti.Kampanye tersebut ia lakukan pertama kali tahun 2009 lalu.

"Kita juga hadir di perhelatan Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010 lalu. Disana kita kampanye sembari membentangkan bendera merah putih agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia siap jadi tuan rumah," jelasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, mendatangi kantor FIFA di sejumlah negara Eropa juga menjadi bagian penting dari kampanye tersebut. Karena nama Indonesia saat ini menjadi satu dari sekian negara besar yang masuk dalam 'bidding' calon tuan rumah Piala Dunia.

Meski kalah oleh Qatar, namun Sarman yakin Indonesia masih berpeluang merebut gelar tersebut. Musim panas yang berkepanjangan diyakini Sarman jadi faktor negara minyak tersebut akan gagal jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 nanti.

"Indonesia masih memiliki kesempatan jadi tuan rumah. Karena dalam sejarah FIFA juga prenah membatalkan Piala Dunia di Kolombia tahun 1986," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Komite Eksekutif FIFA yang mengadakan petemuan di Zurich tahun 2010 lalu hanya memutuskan 6 negara yang lolos kualifikasi, diantaranya  Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Meski proses belum selesai, namun secara tiba-tiba Presiden FIFA Sepp Blatter memutuskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 2022 nanti. Keputusan Blatter sendiri mendapat pertentangan dari banyak pihak. Kondisi semacam itu diharapkan Sarman diambil oleh Presiden Joko Widodo untuk mengajukan bidding kembali ke FIFA. [elitha/prs]

Komentar Pembaca