Anggota Dewan Sebut Lion Air Kaget Diberi Sanksi Berat

Polhukam  RABU, 08 JUNI 2016 , 22:12:00 WIB | LAPORAN:

Anggota Dewan Sebut Lion Air Kaget Diberi Sanksi Berat

Fauzih Amro/net

RMOL. Anggota Komisi V DPR bidang perhubungan, Fauzih Amro menilai, pihak PT Lion Air kaget saat diberikan sanksi berat oleh pihak Kementerian perhubungan (Kemenhub).

Sebelumnya, Lion Air tidak pernah dijatuhi hukuman berat berupa pembekuan rute perjalanan.

‎"Selama ini tidak ada punishment sekeras ini. Jadi, Lion Air kaget," ujar Fauzih, Rabu (8/6).

Terkait upaya perlawanan dari pihak Lion Air yang melaporkan Dirjen Perhubungan Udara, Suprastyo ke Bareskrim Polri, akan menjadi penilaian umum dari masyarakat.

Mengingat, masyarakat ikut memonitor perkembangan kasus tersebut.

"Biarkan dia (Lion Air) melawan. Nanti masyarakat yang menilai dia membangkang atau tidak," timpal Fauzih.

Pasalnya, sanksi tersebut tidak hanya berlaku bagi bagi pihak Lion Air. Namun berlaku untuk semua maskapai selaku operator di bawah naungan Kemenhub selaku regulator.

Untuk itu, Fauzih mengatakan, pihaknya selaku anggota dewan mendukung sikap tegas Kemenhub tersebut.

"Langkah pemerintah untuk memberikan sanksi kepada Lion Air, akan memberikan efek jera. Sehingga, tidak terulang kejadian serupa di kemudian hari. Ini akan jadi pelajaran bagi maskapai lain," tutur politisi Hanura tersebut.

Fauzih juga mencontohkan kasus kesalahan antara penumpang internasional ke terminal domestik yang mendapat sanksi‎ serupa.

Namun, maskapai yang diberi sanksi dapat menerima sebagai langkah untuk memperbaiki kesalahannya.

Sebelumnya, Suprasetyo dilaporkan Lion Group melalui kuasa hukumnya, Harrais Arthur Hedar ke Bareskrim terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.

Suprasetyo diduga telah mengeluarkan kebijakan pembekuan rute perjalanan baru selama enam bulan untuk PT Lion Mentari Airlines.

Hingga saat ini, proses penyelidikan Bareskrim Polri telah memeriksa 17 orang yang terdiri dari pihak Lion Group dan para ahli. [prs]

Komentar Pembaca