PT GTJ Diberi Waktu 60 Hari untuk Tinggalkan Bantargebang

 SELASA, 19 JULI 2016 , 14:37:00 WIB | LAPORAN:

PT GTJ Diberi Waktu 60 Hari untuk Tinggalkan Bantargebang

Isnawa Adji

RMOL. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji belum dapat memastikan apakah pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan kembali dikelola pihak swasta atau tidak.

Hal itu, kata dia, merupakan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

"Yang pasti akan diswakelola sendiri oleh dinas kebersihan," kata Isnawa Adji kepada RmolJakarta, Selasa (19/7).

Dinas Kebersihan, kata dia, sudah melayangkan surat penghentian kontrak kepada PT Godang Tua Jaya (GTJ) hari ini.

Sebelum proses eksekusi, kata Isnawa, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot dan Polres Bekasi.

"Sedang kita koordinasikan di lapangan," kata dia.

Isnawa mengatakan, pihaknya memberi waktu 60 hari bagi PT GTJ dan mitranya, Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) untuk segera membereskan aset-asetnya dari TPST Bantargebang, termasuk alat berat.

"Kami sudah mempersiapkan 15 alat berat baru punya Dinas Kebersihan," kata Isnawa.

Dinas Kebersihan telah melayangkan SP3 kepada pengelola TPST Bantargebang pada 21 Juni 2016. Tenggat waktu SP-3 hanya hingga 6 Juli 2016.

Penerbitan SP3 dilakukan setelah audit perjanjian kerja sama dengan pengelola TPST itu selesai. Audit dilakukan oleh PriceWaterhouse Coopers, pihak yang ditunjuk secara resmi oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Penunjukan auditor independen itu merupakan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan RI. Salah satu bagian yang diaudit adalah mengenai kewajiban membangun gasification landfill anaerobic digestion (galfad). Hasil audit tersebut menunjukkan pengelola TPST Bantargebang wanprestasi. [ipk]

Komentar Pembaca