Pemprov DKI Nilai GTJ dan NOEI Gagal Kelola TPST Bantargebang

 RABU, 20 JULI 2016 , 12:29:00 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI Nilai GTJ dan NOEI Gagal Kelola TPST Bantargebang

Bantargebang (ist)

RMOL. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutus kerjasama dengan PT. Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT. Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) selaku pihak pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kota Bekasi, Selasa (19/7) kemarin.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, pemutusan kontrak kerjasama dengan GTJ dan NOEI karena, kedua perusahaan itu gagal memenuhi perjanjian kerjasama yang telah disepakati sebelumnya.

"Mereka telah gagal memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam perjanjian. Khususnya, terkait peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan dan pengoperasian TPST," kata Isnawa Adji, Rabu (20/7).

Selain itu, kata dia, kedua perusahaan tersebut telah tiga kali mendapatkan surat peringatan (SP) yang dilayangkan Pemprov DKI.

SP1 tanggal 25 September 2015, SP2 tanggal 27 November 2015, dan SP3 tanggal 21 Juni 2016.

SP tersebut berisi teguran terkait kewajiban-kewajiban yang gagal terpenuhi oleh pihak pengelola.

Pemprov pun akhirnya melayangkan surat pemberitahuan tertulis tentang Pengakhiran atas Perjanjian kerjasama/kontrak no: 5028/1.799.21 kepada. PT. Godang Tua Jaya J.O. PT. Navigat Organic Energy Indonesia (PT GTJ J.O. NOEI) beserta adendum-adendumnya).

Dalam surat bernomor 3380/1.799.21 itu, kedua perusahaan dianggap gagal dalam peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan dan pengoperasian TPST Bantargebang kota Bekasi.

"Sudah kita layangkan surat tanggal 19 Juli 2016 kemarin. Terkait pemberitahuan berakhirnya perjanjian (kerjasama)," kata Adji. [ipk]

Komentar Pembaca