Bernuansa SARA, Dewan Nasional Walhi 'Raih' Banyak Kritik

 RABU, 27 JULI 2016 , 15:40:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Reputasi dan kredibilitas Walhi sebagai salah satu lokomotif perjuangan Pro Demokrasi selama 20 tahun, saat ini dipertaruhkan.

Hal itu dikarenakan salah seorang Dewan Nasional Walhi, Gendo Suardana membuat pernyataan kebencian yang bernuansa SARA dan kasar terhadap etnis batak, sebagaimana disampaikan terbuka di media sosial twitter.

Salah satu kicauan Gendo yang ramai di capture dan jadi bahan kicauan adalah, "Ah muncul lagi akun2 bot asuhan pembina pos pemeras rakyat si napitufulus sok bela2 susi. tunjukin muka jelek mu nyet". tulis Gendo di akun twitter milknya @gendovara.

Kalimat itu sontak menyebar ke berbagai sosial media. Bahkan kemarin #walhipecatgendosara menjadi trending topik selama 4 jam dan menyebar ke 4.000 twitter serta facebook dan dibaca lebih dari 5 juta pengguna berbagai sosial media.

Tidak jelas siapa yang dimaksud Gendo tapi dari penelusuran twitter sebelumnya, kuat duga caci maki Gendo mengarah ke Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang di singkat Gendo dengan Inisial AN yang dianggap dekat dengan Menteri Susi Pudjiastuti.

Dalam situs jejaring sosial facebook, akun bernama Ari Maulana berkomentar "Aktivis HAM kok Rasis?".

Sementara facebook milik A Hutajulu menulis "Pencinta Lingkungan tapi Penghina Kemanusiaan".

Sementara Robert Silalahi menulis "Menghina Marga Batak sama saja menghina semua orang batak karena kami sama sama keturunan di Raja Batak"

Kalimat Gendo yang di akhiri dengan kata "Nyet" juga disesalkan banyak pengguna sosial media. Umumnya komentar menganggap Gendo tidak berpendidikan sehingga berbicara kasar dan menyamakan manusia dengan Monyet.

Penyampaian Kebencian dan SARA di muka umum menurut Pasal 28 ayat 2 UU 11 th 2008. UU no 40 2008 pasal 16 ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara menurut UU no.11 2008 pasal 28 jo pasal 45 ancaman hukuman 6 tahun penjara.
Menindaklanjuti kedua UU tersebut Kapori sudah membuat Edaran untuk mengusut dan menyidik pelaku sebagaimana tertuang dalam SE/6/X/2015 yang ditandatangani Badrodin Haiti selaku Kapolri saat itu.

Hingga siang hari ini Gendo yang juga Dewan Nasional Walhi itu tidak bisa di hubungi untuk mengkonfirmasi hal tersebut. [ipk]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00