Waduh... Penyakit Campak Mulai Mewabah di Jakut

Jakarta Utara  KAMIS, 28 JULI 2016 , 06:33:00 WIB | LAPORAN: DODY PRANOWO

RMOL. Penyakit campak mulai mewabah di Jakarta Utara. Betapa tidak dalam kurun waktu enam bulan, dari Januari hingga Juni 2016, tercatat ada 914 kasus penyakit campak.

Jumlah ini meningkat 5,9 persen dibandingkan tahun lalu dengan jumlah kasus 863 penyakit campak. Karena itu Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, menggelar Crash Program Campak, di Jakarta Utara.

"Saya meminta kepada camat, lurah, kepala TK/ PAUD dan unit kerja lainnya, untuk aktif dalam kegiatan crash program ini, tujuannya untuk menekan penyakit campak," ungkap Askesra M Efiskal dalam Rakor Persiapan Crash Program Campak, di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (20/7).

Efiskal mengatakan, crash program campak ini akan menyasar balita berusia 9-59 bulan. "Kegiatan ini akan digelar bulan Agustus mendatang di Pos-pos pelayanan imunisasi campak di Jakarta Utara," jelas Efiskal.

Komitmen dan kepedulian lurah dan camat serta unit terkait lainnya di program ini, tambahnya, sangat diperlukan. "Seluruh balita di Jakarta Utara harus dipastikan mendapatkan imunisasi campak," ujar Efiskal.

Sementara Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kesehatan Jakarta Utara, Hilmi merinci, crash program ini terbagi dalam tiga tahap.

"Tanggal 1-14 Agustus pelaksanaan penyuntikan di pos-pos imunisasi campak, dilanjutkan dengan sweeping pada 15-26 Agustus dan terakhir penyelesaian laporan pada 29-31 Agustus," rinci Hilmi.

Jumlah Balita yang menjadi sasaran dalam crash program ini, lanjutnya, adalah sebanyak 164.983 balita dengan jumlah terbanyak ada di Kecamatan Cilincing dengan jumlah balita mencapai 37.917 balita dan jumlah paling sedikit ada di Kecamatan Kelapa Gading, 14.945 balita.

"Target kami adalah paling sedikit 95 persen dari jumlah balita tersebut, mendapat suntikan imunisasi campak. Semoga target minimum tersebut bisa tercapai, sehingga angka kesakitan dan kematian balita akibat campak bisa menurun dan target eliminasi campak pada tahun 2020 bisa terwujud," pungkas Hilmi. [prs]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00