Prostitusi Gay: Dari Brondong Bogor Hingga Kucing ABG Jakarta (Bagian-2)

JAKARTA NIGHT  MINGGU, 04 SEPTEMBER 2016 , 16:13:00 WIB | LAPORAN: SYAHNOER

Prostitusi Gay: Dari Brondong Bogor Hingga Kucing ABG Jakarta (Bagian-2)

NET

RMOL. Aksi kucing (sebutan PSK laki-laki) untuk para gay yang mangkal di tempat bioskop kawasan Senen, Jakarta Pusat memang tergolong berani. Jika malam menjelang, para kucing ini mulai beraksi menjajakan diri.

Mereka nampak duduk-duduk dan lalu lalang di sekitaran bioskop. Dari cara penampilannya yang lumayan necis, aromanya akan tercium bahwa mereka adalah para kucing. Postur tubuhnya pun rata-rata bagus, atletis. Dengan parfum yang terasa menyengat.

Kucing-kucing di tempat bioskop ini usianya masih sangat muda. Kucing ABG, berkisar antara 18-15 tahun. Ada dua jenis kucing yang biasa mangkal di tempat bioskop tua tersebut. Kucing yang bertindak sebagai lelaki, dan kucing yang akan memuaskan kaum gay sebagai perempuan.

Sebut saja Ray, salah satu kucing yang ditemui rmoljakarta, Sabtu (3/9) malam lalu. Sebagai penjaja cinta, Ray sangat berpengalaman dalam menebar pesona. Dia cukup lama melakoni profesi gelap itu. Mulai SMA, empat tahun yang lalu. Menurutnya, Ray tidak pandang jenis kelamin ketika memilih klien. Motivasinya klasik, yaitu ekonomi.

"Uangnya sangat lumayan. Bisa buat ditabung," ucap pria asal Bandung, Jawa Barat ini.

Karena beroperasi di kawasan kelas bawah, Ray tidak mematok tarif terlalu tinggi. "kalau pelanggan tetap Rp 300 ribu sekali meyes (istilah gay untuk menyebut kata making love), kalau muka baru ya Rp 500 ribu sudah bersih (hotel dan lain-lain ditanggung konsumen)," urainya lagi.

Badrol itu, menurut Ray untuk short time. Sedangkan untuk long time atau semalam suntuk dia bisa mematok tarif hingga Rp 1,5 juta. Dalam satu bulan beraksi di kawasan Senen, Ray bisa mengantongi 15-20 bokingan. Jika dikalkulasi omzetnya bisa mencapai Rp 15-20 juta perbulan. Itu belum ditambah tip dari klien yang merasa sangat terpuaskan.

Dengan modal tampang yang ganteng, tentu tidak sulit bagi Ray dalam menjerat mangsanya. Namun diakui, dia masih suka pilih-pilih klien juga. "Kalau tamunya om-om, kadang mintanya suka yang aneh-aneh, makanya nggak semua saya sikat," tutup Ray.

Lain Ray, Lain pula cerita Steven. Kucing tampan ini memilih sebuah tempat pijat dan spa di bilangan Blora Jakarta Pusat untuk mengais rejeki. Karena lokasinya lebih berkelas, tentu saja tarifnya pun melangit. [ipk]

Komentar Pembaca
Djarot Membangkang Pada Ahok

Djarot Membangkang Pada Ahok

SELASA, 25 JULI 2017 , 23:00:00

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

SELASA, 25 JULI 2017 , 17:00:00

PAN Tidak Diundang Ke Istana

PAN Tidak Diundang Ke Istana

SENIN, 24 JULI 2017 , 23:00:00