Adi Gerindra 468x100 - Left
PHD RI 468x100 - Right

CATATAN DARI GARUT (BAG-6)

Musibah dan Sayap-Sayap Yang Patah

Kebab  MINGGU, 02 OKTOBER 2016 , 22:50:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

Musibah dan Sayap-Sayap Yang Patah

Salwa dan Jaka bersama relawan IZI di Garut/humas PKPU

RMOL. Pagi hingga siang saya dan Tim IZI menemani kakak beradik Jaka dan Salwa memenuhi sebagian kebutuhannya sebagai bekal untuk mereka nanti bisa bersekolah kembali. Mereka yang kini yatim piatu sejak ayah dan ibunya meninggal dunia karena amukan air bah Sungai Cimanuk yang menggila dan menerjang sejumlah kampung di bantarannya.
 
Musibah tiada yang menyangka, dan tak satupun menginginkan kehadirannya. Namun, ia datang sesungguhnya menjadi pelengkap kehidupan sekaligus ujian atas kesabaran manusia yang mengalaminya.
 
Mengajak Jaka ceria, bisa bercerita dan berbagi pengalaman tak sulit kami lakukan. Dengan menunjukan foto-foto teman-temannya yang saya ambil sehari sebelumnya di lokasi bekas rumahnya di Kampung Sindangheula, Garut Kota. Jaka walau terbata dan sering mengambil jeda diantara kata yang ia susun, masih mampu menjelaskan banyak hal. Terutama teman-temannya yang saya tunjukan satu persatu di gambar yang ada di handphone.
 
Jaka yang lahir pada tanggal 2 Desember 2002 kini  memang kelas 2 di SMP Muhammadiyah Garut. Sekolah yang tak jauh dari kampungnya ia tempuh selama ini dengan berjalan kaki bersama teman-temannya. Ia yang bercita-cita menjadi ssorang tentara ingin bisa segera bersekolah kembali.
 
Saat ini Jaka lebih banyak menemani Salwa di penampungan pengungsi yang ada di markas Korem Garut. Bersama bibinya, Teh Oneng, Jaka setia menunggu dan menjaga Salwa yang masih tampak banyak diam dan menangis.
 
Ketika kami ajak ke sebuah pusat perbelanjaan, Salwa sedikit ceria, bahkan tampak menikmati dengan riang sepotong ice cream yang kami sodorkan. Awalnya apapun yang kami tawarkan ia selalu menggelengkan kepala dan malah menyusupkan kepalanya semakin dalam di gendongan bibinya. Namun, begitu rasa laparnya muncul dan melihat penampakan ice cream yang menggoda, naluri kanak-kanaknya secara alamiah muncul. Tak perlu dua kali kami tawari, langsung saja tangan mungilnya meraih ice cream rasa coklat yang kami sodorkan.
 
Alhamdulillah kami ikut senang. Ia lupa sejenak dengan apa yang sering ia tanyakan, yakni ibunya tercinta yang ia masih tak mengerti entah pergi kemana. Ia terus merindukan ibunya dan masih sesekali bertanya "mana mamah" katanya.
 
Melihat Salwa, saya ingat puisi Kahlil Gibran yang berjudul "Sayap-Sayap Patah", sebuah puisi terkenal yang menceritakan betapa penulisnya merasakan remuk redam jiwanya akibat ditinggal mati orang-orang yang ia cintai. Kahlil Gibran menulis puisi kesedihan dan seakan patah hati ini dikarenakan ibu, kakak kandung dan kakak tirinya meninggal dunia hampir bersamaan karena wabah penyakit.
 
Salah satu bagiannya berbunyi begini :
Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka.
 
Ya, hati manusia ternyata teramat rapuh, apalagi seorang Salwa yang tak mengerti banyak hal kecuali dunia bermain dan bergembira. Begitu bapak ibunya tiada, seiring musibah yang melanda, ibarat kupu-kupu, kini Salwa terluka sayapnya. Padahal sayap ini baru tumbuh dan belum sempurna adanya. Sayap ini malah bukan hanya terluka, mungkin patah dan butuh waktu panjang menyembuhkannya.
 
Kondisi ini terbukti, ketika sekeluarnya kami dari ruang berpendingin di tempat kami beli ice cream tadi. Dan ketika kami menunggu pesanan makan siang datang, entah kenapa tiba-tiba Salwa menangis. Dan tangisnya, bukan tangis seorang yang marah atau memjnta sesuatu layaknya anak kecil umumnya. Tangis Salwa, tangis tersedu, perlahan dan dengan tergugu tak beraturan. Lama kami perhatikan,  kadang tak terdengar isaknya dan hanya terlihat pundak kecilnya terguncang perlahan.
 
Betapa kami tidak ikut sedih melihatnya. Apalagi mulai hari ini, kami sudah menyatakan bahwa Salwa adalah bagian dari kami di IZI. Laksana sebuah keluarga, hati kamipun ikut terluka. Menggores sanubari yang sejak awal kami siapkan agar tegar dan tak lagi berembun mata kami kala berdekatan dengan Salwa. Tapi tetap saja ada lelehan bening air mata yang dengan segera kami hapus sebelum ia jatuh ke meja di depan kami.
 
Ini bukan siapa Salwa dan Jaka, namun kedua anak ini justru mendidik kami untuk bersyukur bahwa hingga setua ini saya dan teman-teman yang ada masih berayah dan beribu. Ada memang yang kini tinggal hanya ibunya saja, namun kami masih tetap bahagia, setidaknya ketika melewati fase anak-anak hingga dewasa kedua orang tua kami masih ada. Ibarat kupu-kupu, sayap-sayap kami hingga memasuki saat untuk terbang sendiri masih terkembang sempurna. Mendampingi dari hempasan angin dan bahkan hingga badai yang datang.
 
Semoga kehadiran dan upaya kami, walau tak sempurna layaknya sayap, menjadi penguat awal untuk Salwa dan Jaka, hingga alam menempanya menjadi kuat dan tumbuh sayap-sayap pengganti yang bersumber dari rasa empati saudara-saudara muslim lainnya yang turut membantu memperhatikan dan mendampingi kedua anak yatim piatu ini. Semoga (**)

Oleh: Nana Sudiana, Direktur Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)      


Komentar Pembaca
Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017

Takdir Sang Perubah

Takdir Sang Perubah

RABU, 26 APRIL 2017

Rezeki Amil Sholeh

Rezeki Amil Sholeh

SELASA, 25 APRIL 2017

Menuju Era Baru Dunia Zakat

Menuju Era Baru Dunia Zakat

SENIN, 17 APRIL 2017

Memenuhi Panggilan Kemanusiaan

Memenuhi Panggilan Kemanusiaan

MINGGU, 09 APRIL 2017

Sihir Kemakmuran

Sihir Kemakmuran

SELASA, 04 APRIL 2017

Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Gema Erau Mendunia

Gema Erau Mendunia

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 17:00:00

Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 13:00:00

Keakraban TNI-Polri

Keakraban TNI-Polri

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:00:00

Kursi Kosong DPRD

Kursi Kosong DPRD

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 15:46:00

Tak Terurus

Tak Terurus

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 11:43:00