Justru Megawati yang Pernah Makar...

Polhukam  SELASA, 22 NOVEMBER 2016 , 13:31:00 WIB | LAPORAN:

Justru Megawati yang Pernah Makar...

Megawati / NET

RMOL. Siapa pihak yang dituding makar masih tanda tanya. Namun bagi Andi Arief, upaya makar yang dilontarkan Presiden Jokowi sebenarnya dituduhkan kepada Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Kenapa Pak JK diduga dimaksud Jokowi makar? Karena hanya Pak JK yang sangat berpeluang secara konstitusional (mengganti presiden) seperti Habibie era Soeharto," tulis Andi Arief @AndiArief_AA, Selasa (22/11).

Sekalipun bukan JK, Andi yang sekarang menjabat Ketua DPP Partai Demokrat, meminta Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut secara jelas siapa yang mereka maksud melakukan upaya makar dengan memanfaatkan aksi bela islam jilid III, 2 Desember mendatang.

"Kasihan Pak JK yang secara tidak langsung tertuduh," kata Andi Arief.

Andi menambahkan, kalau bukan JK maka tuduhan makar oleh Jokowi mengarah pada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dugaan saya ke Panglima TNI (karena) yang paling siap secara teknis," ucap Andi.

Kalau bukan Wapres dan Panglima TNI, tertuduh tidak langsung atas pernyataan Jokowi adalah Megawati Soekarnoputri dan PDIP. Sebab selain pernah melakukannya, Megawati dan PDIP yang saat ini paling berkepentingan mengatrol kekuasaan.

"PDIP dan Megawati motor penggulingan atau makar terhadap Gus Dur. Tetapi gagal menggulingkan SBY-Boediono dengan kekuatan parlemen dan jalanan," kicau Andi Arief.

"Di tangan Megawati dan PDIP sebetulnya makar terhadap Jokowi bisa dilakukan baik sebagai Ketum PDIP, ketua Koalisi (Indonesia Bersatu) dan orang tua Puan (Maharani)," masih kicauan Andi Arief.

Lantas, kalau tidak ada bukti yang menguatkan makar dilakukan oleh JK, Panglima TNI, atau Megawati, Andi Arief memberi penjelasan lain soal motif Jokowi bersama Kapolri membesar-besarkan wacana makar.

"Kata makar hanya untuk selamatkan Ahok," tukas Andi. [ipk]

Komentar Pembaca
Anies Keliling Pantau Misa Natal

Anies Keliling Pantau Misa Natal

SELASA, 24 DESEMBER 2019 , 19:24:00

Bersatu Dalam Keberagaman

Bersatu Dalam Keberagaman

RABU, 25 DESEMBER 2019 , 09:08:00

Genangan Di Kamal Muara Rampung Disedot

Genangan Di Kamal Muara Rampung Disedot

RABU, 25 DESEMBER 2019 , 21:10:00