SEAHUM dan Lembaga Kemanusian Indonesia Desak Myanmar Buka Akses ke Rohingya

Sosial  RABU, 23 NOVEMBER 2016 , 23:53:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

SEAHUM dan Lembaga Kemanusian Indonesia Desak Myanmar Buka Akses ke Rohingya

IST

RMOL. South East Asia Humanitarian (SEAHUM) dan Lembaga kemanusiaan Indonesia mendesak Pemerintah Myanmar supaya membuka akses bantuan dan komunikasi ke titik-titik lokasi bencana kemanusiaan di negara tersebut. Langkah itu dianggap penting agar para relawan kemanusian bisa memberikan bantuan.

"Konflik sosial di Myanmar harus dipandang sebagai bencana kemanusiaan. Misi kemanusiaan untuk Rohingya perlu segera dilakukan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan di Asia Tenggara," kata Imam Rullyawan selaku Presiden SEAHUM saat dalam siaran Persnya yang diterima Redaksi, Rabu (23/11).

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Human Rights Watch pada 21 November 2016 lalu, lanjutnya, dengan gamblang digambarkana kondisi di Myanmar yang mencekam. Tak kurang dari 1,250 rumah penduduk hancur semenjak konflik itu meledak pada 10 November 2016 lalu. Foto citra satelit dengan jelas menunjukkan 255 rumah hancur di desa Yae Khat Chaung Gwa Son, 265 rumah di Dar Gyi Zar, 220 rumah di Wa Peik, dan lain sebagainya.

"Perempuan dan anak-anak sangat rentan menjadi korban," ujar Imam.

Kondisi tersebut, ungkap dia, tentu akan mempengaruhi negara sekitarnya. Masih hangat di ingatan kita ketika tak kurang dari ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya terusir dari tanah airnya akibat konflik horizontal di satu dekade terakhir

"Kali ini eskalasi tersebut meningkat, matra bersenjata Myanmar secara demonstratif telah memasuki kampung-kampung etnis Rohingya, dan melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Tak heran, gelombang pengungsi akan melanda regional Asia Tenggara dan Asia Selatan akan sangat mungkin terjadi," terang Imam

Atas kondisi tersebut, tegasnya, SEAHUM yang merupakan kumpulan organisasi kemanusiaan di Malaysia, Singapura, Indonesia, Kamboja, Thailand, bersama dengan Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyatakan keprihatinan atas bencana kemanusiaan yang melanda  etnis minoritas Rohingya yang dianiaya, dimusnahkan dan didiskriminasikan di tanah airnya sendiri.

2. Mendesak setiap pihak yang berkonflik untuk menahan diri dari ruang konflik yang lebih besar dan menghentikan kekerasan agar tidak ada korban jiwa rakyat sipil yang lebih besar

3. Meminta pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah taktis diplomasi, dengan mendesak Pemerintah Myanmar untuk: :
a.    Menghentikan kekerasan struktural dan terorisme negara Myanmar  berupa teror dari matra bersenjata Myanmar dalam melakukan tindakan destruktif di titik-titik lokasi etnis Rohingyab.    

b. Membuka blokade kawasan Etnis Rohingya kepada lembaga-lembaga  kemanusiaan dari Indonesia, dan Asia Tenggara lainnya dalam rangka  pengiriman bantuan logistik makanan, pakaian, obat-obatan,  serta tim kesehatan agar dapat melakukan respon kemanusiaan secepatnya

4. Mendesak pemerintah Myanmar untuk dapat melakukan upaya dialogis dengan pelbagai pihak yang berkepentingan agar dapat segera menemukan solusi konstruktif yang berbasis kemanusiaan.

SEAHUM bersama Aliansi Lembaga Kemanusiaan dalam merespon perkembangan di Myanmar akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1.SEAHUM bersama Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia Untuk Rohingya akan melakukan penyampaian pendapat massal di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada hari Jumat, 25 November 2016

2.SEAHUM bersama Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia Untuk Rohingya akan melakukan misi Humanitarian Flotilla for Rohingya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kesehatan ke titik-titik konflik di negara Myanmar

3.SEAHUM bersama Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia Untuk Rohingya akan melakukan langkah-langkah advokasi dan aliansi dengan pelbagai pihak seperti pemerintah Indonesia, Sekretariat ASEAN, AICHR (Asean Intergovernmental Committee for Human Rights), UNHCR, IOM, ICRC,  WFP, dan lain sebagainya

Sementara itu Manager Humas Lembaga Kemanusian Nasional PKPU, M Sukismo menegaskan, PKPU dipastikan bakal mengirim bantuan dan relawannya ke Rohingya.  

"Hari ini kita memberangkatkan dua orang relawan PKPU, Kaimuddin dan Jawad, ke Myanmar," terangnya.  

Yang bersangkutan, ungkapnya, sebelumnya juga sudah pernah ditugaskan ke negara tersebut pada tahun lalu. Ini merupakan untuk kesekian kalinya PKPU mengirimkan bantuan dan relawan ke Myanmar.

"Tahun-tahun sebelumnya PKPU selalu ikut terlibat secara langsung memberikan bantuan dalam setiap bencana yang terjadi di Myanmar. Terkahir pada saat negara tersebut dilanda banjir dahsyat pada 2015 dan awal tahun 2016 lalu saat PKPU membangun sekolah bagi warga  Rohingya," ujar Sukismo. [zul]

Komentar Pembaca
SBY-Prabowo Mengancam Petahana

SBY-Prabowo Mengancam Petahana

KAMIS, 27 JULI 2017 , 19:00:00

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

KAMIS, 27 JULI 2017 , 15:00:00

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

RABU, 26 JULI 2017 , 23:00:00