RMOLJAKARTA

Home

Share |
Prihatin Penderita Gizi Buruk, Jaro Ade: Ini Tak Boleh Terulang
Kamis, 08 Desember 2016 , 13:26:00 WIB
Laporan: Syahnoer

JARO ADE / RMOLJAKARTA
  

RMOL. Sudah delapan tahun Andri Apriansyah, anak berusia 8 tahun yang menderita gizi buruk terbaring di tempat tidur dalam keadaan yang memprihatinkan. Tubuhnya kurus dan hanya memiliki berat seperti ukuran bayi usia tujuh bulan.

Sejak usia tiga bulan, kedua orangtuanya berpisah dan membuat Andri hanya dirawat oleh neneknya, Munarsih (85) dan pamannya, Dedi (53). Andri tinggal dalam rumah sederhana yang berlokasi di kampunh Totopong RT 5 / RW 1 Desa Cipacung, Cijeruk,  Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Andri pun tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, sehingga tubuhnya tidak tumbuh normal seperti anak lain.

Aparat desa setempat beserta ibu-ibu penggiat sosial dan bidan desa di wilayah tempat tinggalnya sudah berupaya untuk membawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang intens. Namun upaya tersebut selalu kandas karena alasan ekonomi, hal tersebut membuat keluarga enggan membawa Andri ke rumah sakit.

Setelah mendapat laporan dari warga serta adanya kordinasi dari wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar, ketua DPRD kabupaten Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) langsung  menjemput Andri untuk dirawat di RSUD Ciawi.

Saat mengecek pelayanan terhadap Andri, dia juga mengecek pelayanan pengobatan seluruh pasien di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ciawi didampingi oleh direktur rumah sakit dr. Hesti dan wakil direktur rumah sakit dr. Ahmad Zaenuddin (dr. zein).

Jaro Ade juga mengucapkan terimakasih pada bidan desa yang sudah berupaya memberikan penanganan kepada Andri.

"Ibu bidan terima kasih banyak sudah berupaya membantu, ini bukti fungsi maksimal bidan desa sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pertama kepada masyarakat" ungkap Jaro.

"Saya ingin Andri diberikan pelayanan yang maksimal, ambil langkah medis yang paling tepat. Lakukan dengan cepat tak perlu pikirkan dana, nanti kita pikirkan bersama," pesan Jaro Ade kepada dokter yang menangani Andri sambil mengusap mata nya yang berkaca lalu melangkah menuju pasien selanjutnya di ruang IGD RS Ciawi.

Menurutnya, untuk persoalan sosial seperti ini, memang masih banyak dijumpai, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Waktu datang menengok Andri, hati saya sudah tidak bisa berfikir dan hanya mengucap astagfirulah," terangnya sambil menepuk dada bagian kirinya.

Bagi Jaro Ade, kondisi Andri ini adalah peristiwa yang tidak boleh terulang di Kabupaten Bogor. Dia berharap kedepan semua elemen masyarakat baik tingkat desa, kecamatan, UPT ataupun yang lainnya harus berperan aktif dalam memberikan informasi jika ada masyarakat yang betul-betul membutuhkan pertolongan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah menangani Andri untuk dirawat di RSUD Ciawi, dan saya harap ini menjadi pembelajaran buat kita untuk selalu sigap melayani masyarakat, khususnya yang kurang mampu," pungkasnya. [ipk]


Baca juga:
15 Mahasiswa Pendaki Hilang di Gunung Mas, 1 Meninggal
Bersihkan Sampah Cisadane, Jaro Ade Nyebur ke Sungai
Terlambat Penanganan, Bocah Penderita Gizi Buruk di Jakut Meninggal Dunia
Jumat Pagi, 12 Ribu Massa dari Bogor Menuju Jakarta
HUT Golkar Bogor, Jaro Ade: Kami Konsen Ke Rumah Pangan


Komentar Pembaca

Kemenko Kemaritiman Ingin Implementasikan Jalan Raya Plastik





Berita Populer