Adi Gerindra 468x100 - Left
PHD RI 468x100 - Right

Menuju Makna Inisiatif Sebenarnya

"Initiative Is a new plan or process to achieve"

Kebab  RABU, 14 DESEMBER 2016 , 21:52:00 WIB

Menuju Makna Inisiatif Sebenarnya

ist

AKHIR-AKHIR ini, kata inisiatif jadi populer di lingkungan PKPU dan IZI. Tak lain karena dalam tahun ini setidaknya muncul tiga momentum besar, yakni munculnya IZI yang merupakan lembaga dengan Keyword Inisiatif pertama, Inisiatif Zakat Indonesia. Kedua dilaunchingnya brand PKPU yang menjadi PKPU ; Human Initiatif dan terakhir dilahirkannya lembaga baru yang konsen di wakaf yang bernama Inisiatif Wakaf.

Lalu, apa sich sebenarnya arti dan makna Inisiatif?. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti "inisiatif" berarti prakarsa. Dalam pengertian lain Inisiatif merupakan hal positif pada karakter seseorang. Contohnya dua orang karyawan yang memiliki keahlian yang sama, yang satu cenderung pasif dan menunggu perintah atasan sementara yang lain sangat bersemangat dan memiliki inisiatif dalam bekerja.

Inisiatif juga merujuk pada karakter selalu mencoba membuat terobosan baru agar hasil pekerjaan lebih baik. Dalam karakter ini ada unsur "daya usaha" dan "ikhtiar". Dalam pengertian inisiatif menurut Suryana (Suryana, 2006) ini juga terkandung makna bahwa Inisiatif adalah suatu kemampuan dalam menemukan peluang, menemukan ide, mengembangkan ide serta cara-cara baru dalam memecahkan suatu problema (thinking new things).

Adapun menurut Utami Munandar (Utami Munandar, 1990) arti inisiatif adalah kemampuan untuk menemukan beberapa kemungkinan jawaban dari suatu masalah berdasarkan atas informasi dan data yang tersedia, di mana penekanannya terletak pada ketepatgunaan, kuantitas, dan keragaman jawaban.

Dalam perbincangan tadi malam, Dr Agus Nurhadi menambahkan bahwa makna inisiatif itu ada pada sikap proaktif, antisipatif, pengukuran dalam sebuah batasan serta pengendalian. Sebuah lembaga yang menamakan dirinya lembaga yang memiliki makna inisiatif harus mampu melakukan hal-hal yang bahkan orang lain tidak pernah bayangkan. Karena inisitif ini merujuk pada substansi kemampuan mengenali masalah lebih dulu dengan baik dan spesifik dan pada akhirnya ia harus mampu mengantisipasi atau mengukur tingkat kemungkinan keberhasilan sebuah rencana atau aktivitas. Antisipasi ini sebagai wujud inisiatif agar sejak awal lembaga bisa memprediksi dengan baik apakah dalam tahap dan ukuran tertentu yang telah disiapkan perjalanan lembaga bisa disebut berhasil atau tidak.

Satu hal lagi, Dr Agus Nurhadi menyampaikan bahwa kalau benar kita fokus pada makna inisiatif, berarti kita harus siap dengan kemampuan mengenali stekholders kita secara spesifik. Salah satu bentuk itu misalnya ada pada proses memudahkan customer kita. Setiap customer yang kita kelola, data dan informasi mereka harus secara spesifik kita miliki terlebih dahulu. Dari layanan customer ini diharapkan kita mampu melakukan dua hal yaitu : customer fokus dan service excellent. Customer fokus ini salah satunya kita harus tahu siapa sebenarnya customer kita, apa kegiatan mereka dan data spesifik lainnya.

Adapun service excellent ini bermakna pada kemudahan hubungan yang terjalin, kedalaman pada informasi yg dimiliki cuatomer dan pelayanan spesifik yang menyeluruh. Ini memang berat dilakukan, namun bila sudah jadi budaya organisasi, maka bisa dipastikan customer tidak punya alasan untuk berpaling dari kita. Ia akan terus berhubungan dalam waktu yang panjang dan saling menguntungkan. Ia juga akan merasa nyaman karena ia merasa diketahui dengan pasti kondisinya dan juga kebutuhan organisasinya.

Dengan melihat semua pengertian inisiatif tadi, benang merahnya ada pada seluruh integrasi kemampuan melayani dan mengambil peran lebih dulu atau yang biasa disebut prakarsa. Sepanjang tak ada prakarsa yang kuat di dalam diri organisasi yang ada, maka ia tak layak menyandang nama INISIATIF.

Begitu pula seluruh aktivis dan pegiatnya, bila tak ada semangat mengambil peran lebih dan mendahului kerja-kerja kebaikan dalam melayani orang lain dan seluruh stekholdres lembaga, maka ia tak pantas hadir diantara lembaga yang berlabel LEMBAGA INISATIF.

Jadi, bila kita semua ingin berumur panjang dan terus bersama di lembaga yang ada leveb INISIATIF-nya, maka buang jauh-jauh semangat "Kaula dan Gusti" yang menjadi tulang punggung bobroknya birokrasi selama ini. Sudah saatnya kita berdiri bersama dalam sebuah barisan yang secara proaktif menjadi bagian dari pelayan umat yang siap berkhidmah untuk kemajuan umat. Barisan yang mewakafkan diri untuk menjadi solusi dan peduli pada seluruh urusan umat.

Akhirnya...
Selamat ber-Rakernas untuk PKPU, IZI dan Inisiatif Wakaf. Semoga seluruh proses perencanaan yang akan dihasilkan akan menjadi sandaran kerja untuk masa depan umat dan bangsa. [***]

NANA SUDIANA

Direktur Iniziatif Zakat Indonesia (IZI)


Komentar Pembaca
Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017

Takdir Sang Perubah

Takdir Sang Perubah

RABU, 26 APRIL 2017

Rezeki Amil Sholeh

Rezeki Amil Sholeh

SELASA, 25 APRIL 2017

Menuju Era Baru Dunia Zakat

Menuju Era Baru Dunia Zakat

SENIN, 17 APRIL 2017

Memenuhi Panggilan Kemanusiaan

Memenuhi Panggilan Kemanusiaan

MINGGU, 09 APRIL 2017

Sihir Kemakmuran

Sihir Kemakmuran

SELASA, 04 APRIL 2017

Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Gema Erau Mendunia

Gema Erau Mendunia

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 17:00:00

Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 13:00:00

Keakraban TNI-Polri

Keakraban TNI-Polri

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:00:00

Kursi Kosong DPRD

Kursi Kosong DPRD

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 15:46:00

Tak Terurus

Tak Terurus

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 11:43:00