RMOLJAKARTA

Home

Share |
Kas Negara Jebol, Pemerintah Kembali Berhutang
Minggu, 18 Desember 2016 , 19:14:00 WIB

ILUSTRASI / NET
  

RMOL. Untuk menutupi kas negara yang jebol akibat pemasukan tidak sesuai harapan, pemerintah akan kembali menambah utang luar negeri.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengkritik kinerja pemerintah yang tidak mengelola penerimaan negara dengan baik, sehingga APBN menjadi rapuh. Belum lagi pemerintah memaksakan terus menggelontorkan dana untuk pembangunan proyek infrastruktur yang ambisius.

"Ujung-ujungnya buka kran utang, duitnya dari mana mau bangun infrastruktur. Ada kebijakan-kebijakan yang mengarah untuk membuka kran utang karena sempitnya ruang fiskal kita," kata Sekjen Fitra, Yenny Sucipto dalam jumpa pers bertema "Evaluasi Kinerja Anggaran 2016, Proyeksi Tata Kelola APBN 2016 dan Ekonomi Kedepan" di Jakarta (Minggu, 18/12).

Dia melanjutkan, beberapa alokasi anggaran mengarah pada pembangunan infrastruktur dengan tidak dibarengi kinerja realisasi anggaran yang baik dari kementerian dan lembaga.

"Pada saat pemerintah mimpi membangun rencana-rencana kerja, proyek-proyek infrastruktur, justru menkeu tidak melakukan optimalisasi penerimaan negara," kata Yenny.

Sementara, kebijakan tax amnesty tidak cukup memberi kontribusi besar bagi pemasukan negara. Yenny khawatir kebijakan pemerintah yang tidak mempedulikan sisi penerimaan negara akan berakhir dengan cara berhutang.

"Tidak ada jalan lain selain utang. Harusnya kita cari solusi agar kita tiap tahun tidak gali lubang tutup lubang," jelas dia.

Lebih jauh, dia memaparkan bahwa penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan sumber daya alam baru sebesar 33,1 persen. Ditambah lagi terdapat 60 persen perusahaan asing di Indonesia yang tidak membayar royalti.

Selain berhutang kepada lembaga keuangan dunia atau negara lain di khawatirkan nantinya pemerintah akan mengarahkan BUMN untuk ikut berhutang. Dia menyebut, empat BUMN perbankan telah menjual asetnya.

"Bagaimana membiayai rencana kerja pemerintah yang mimpinya sangat tinggi tapi tidak ada duit. Duitnya nanti ya dari utang," kata Yenny seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL. [ipk]


Baca juga:
Besok, Eko Patrio Penuhi Panggilan Bareskrim Polri
Soal Penggeledahan, Kuasa Hukum Sri Bintang Laporkan Penyidik Polisi ke Propam
Polisi Bantah Penangkapan Teroris Pengalihan Isu Penistaan Agama Islam
Kapolri: Bom Bekasi Dirakit Lewat Internet
GP Ansor: Terorisme Tak Dikenal Dalam Ajaran Islam


Komentar Pembaca

Reshuffle, Panglima TNI Diganti?





Berita Populer

KPK Didesak Berantas Mafia Lelang Di SKK Migas
DPR Pertanyakan PT SHIP Bisa Menang Tender Di SKK Migas
BPRD Diminta Optimalkan Penerimaan 13 Pajak Daerah