Bantu Pengungsi Suriah, Tim Relawan PKPU Bergabung dengan NGO-NGO Internasional

Sosial  KAMIS, 22 DESEMBER 2016 , 06:02:00 WIB

Bantu Pengungsi Suriah, Tim Relawan PKPU Bergabung dengan NGO-NGO Internasional

TIM PKPU perbatasan Cilvegozu, Turki/humas pkpu

RMOL. Lebih dari 10 ribu orang lebih masyarakat Turki berkonvoi dari Istanbul dengan kendaraan masing-masing maupun dengan bus-bus sewaan, bersatu berkumpul menyatukan semangatnya di Reyhanli, Hatay. Mereka ingin membuka jalan ke Suriah  untuk memberikan bantuan guna menolong kehidupan saudara-saudaranya di Allepo yang terdzalimi.

Diantara rombongan tersebut juga terdapat Tim Relawan Lembaga Kemanusian Nasioanal PKPU. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Rabu (21/12), kegiatan aksi yang diprakarsai oleh NGO terkemuka Turk IHH Insani Yardim, menuntut agar aksi "Buka Jalan Menuju Alleppo", dipenuhi. Mereka berdiri berjam-jam di titik jarak 9 Km dari pintu perbatasan Cilvegozu menyampaikan keinginannya. 

Beberapa ketua umum para NGO-NGO penting pun terus memberikan orasi termasuk ketua umum IHH Insani Yardim, Bulent Yildirim. Menurutnya, kehadiran bantuan kemanusian di Allepo adalah suatu yang urgent.

Terpantau, lantunan-lantunan kalimat tauhid dan semacamnya bergemuruh di langit Reyhanli yang pada pada saat itu bersuhu 3 derajat celcius. Para peserta aksi pun meneriakkan "Başkan bizi Halep'e götür !", yang berarti "Pak ketua bawa kami ke Aleppo !".

"Ini merupakan pesan kepada dunia terutama para penguasa dzalim Suriah dan Aleppo di sana, bahwa perjuangan aksi kemanusiaan ini tidak bisa dihentikan dengan hanya gagalnya perjanjian-perjanjian," ujar Bulent Yildirim beroasi.

Namun sayangnya, pada hari pertama aksi yang dilakukan dengan penuh semangat tersebut, berakhir dengan kurang memuaskan, karena tuntutan yang dilakukan tidak dipenuhi. Rombongan NGO-NGO kemanusian tersebut gagal mendapatkan izin untuk masuk ke Suriah.

Hari kedua, Rombangan Tim Kemanusian PKPU kemudian memilih untuk tidak mengikuti aksi dan menjalankan beberapa program lainnya.

Ditemani staff IHH bernama Ali yang merupakan orang asli Suriah namun telah menetap di Turki, Tim PKPu memilih mengunjungi rumah sakit, balai pelatihan khusus para janda syuhada, 'kampung' yatim, panti asuhan yatim piatu dan pos pusat pekerjaan IHH untuk Suriah.

"Pertama-tama kami berkesempatan mengunjungi rumah sakit Emel," terang Tim PKPU dalam keterangan tertulisnya.

RS Emel merupakan satu-satunya rumah sakit yang didirikan khusus untuk para saudara-saudara Suriah di perbatasan.

"Kami berkeliling rumah sakit Emel bersama ketua doktor di sana yang merupakan lulusan dari fakultas kedokteran di Ankara," jelas Tim PKPU.

Dijelaskan, di RS teresebut terdapat 2 ruang rawat inap yang berkapasitas masing-masing 30 orang dan untuk mendukung kesehatan dan perawatan para pasien.

Selain itu, juga terdapat fasilitas lengkap yang mumpuni di sana, seperti ruang perawatan laser mata, ruang perawatan gigi dan yang pasti ruang operasi.

Namun disamping fasilitas yang mumpuni ini terdapat 1 ruangan yang sangat sederhana tanpa dekorasi mewah, yaitu ruang istirahat para dokter.

"Hal ini menggambarkan kepada kita tentang keikhlasan dan kesederhanaan para dokter dan staff rumah sakit Emel ini bahwa hal yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan pasien, yaitu saudara-saudara Suriah kita," terang Tim PKPU.

Di sana juga tersedia balai pelatihan kerja khusus untuk para janda-janda syuhada. Mereka  diberi pelatihan dan keterampilan menjahit di samping memproduksi langsung bermacam-macam pakaian.

"Bagi mereka yang telah lulus keterampilan menjahit berhak mendapat bantuan untuk membuka tempat produksi sendiri demi melanjutkan kehidupannya secara layak," ungkap Tim PKPU.

Semua fasilitas tersebut di prakarsai oleh IHH dengan bantuan dari para donatur internasional, termasuk PKPU.

Selain fasilitas di atas, ada juga proyek pembangunan rumah yang dikhususkan untuk para anak-anak yatim piatu Suriah.

"Awalnya kami berpikir ini  kampung kecil sederhana namun ternyata kompleks besar nan mewah yang mencakup 55 bangunan rumah 2 tingkat lengkap dengan fasilitas mewahnya yang akan dihuni sekitar 17 anak-anak dan 3 pengasuh," ujar Tim PKPU. [kis/zul]



Komentar Pembaca
Djarot Jangan Seperti Ahok

Djarot Jangan Seperti Ahok

MINGGU, 28 MEI 2017 , 15:00:00

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00