PKPU Distribusikan 17 Ton Paket Makanan di Rohingya

Sosial  KAMIS, 22 DESEMBER 2016 , 16:57:00 WIB

PKPU Distribusikan 17 Ton Paket Makanan di Rohingya

Penyerahan 17 ton paket makanan bantuan PKPU/ist

RMOL. Masih berlanjutnya konflik bersenjata di distrik Maungdaw, utara propinsi Rakhine, Myanmar,  membuat kehidupan para pengungsi Rohingya di kota Sittwe menjadi tidak menentu. Pihak keamanan semakin memperketat penjagaan di camp yang dihuni lebih dari 150.000 orang. Para pengungsi ini adalah yang terdampak akibat konflik komunal antara komunitas Rakhine dan Rohingya sejak tahun 2012 silam.

Tim PKPU pada hari Senin dan Selasa (19-20/12) mengunjungi desa-desa Rohingya di camp pengungsian Shi The Mar Gyi di Sittwe, Provinsi Rakhine untuk mendistribusikan 17 ton paket makanan bagi 500 keluarga. Paket makanan ini terdiri dari 25 Kg beras, kentang, cabe, kacang-kacangan dan minyak sayur.

"Pendistribusian dilakukan di 2 desa bertetangga yang mayoritas dihuni oleh etnis Rakhine Buddhist dan Rohingya Muslim yaitu desa Pin Laybyin new village (Rohingya) dan Pin Laybyin (Rakhine)," kata Koordinator Program PKPU untuk Myanmar, Deni Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (22/12).

Pendistribusian dilakukan di 2 desa bertetangga, lanjutnya, sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan dan komunikasi di antara kedua belah pihak.Mereka semua membutuhkan bantuan dan pendampingan.

"Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar kepada warga Rohingya, namun juga kepada komunitas Rakhine yang ikut terdampak akibat konflik. Semoga upaya ini menjadi bagian dari solusi konflik di provinsi Rakhine," ujarnya.

sebagaimana diketahui, Para pengungsi di pusat pengungsian Sittwe selama 4 tahun ini sangat tergantung kepada bantuan dari lembaga PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya. Militer Myanmar membatasi pergerakan para pengungsi dan mengawasi secara ketat aktivitas di dalam pusat pengungsian. Pos-pos keamanan tersebar di berbagai penjuru dan memeriksa setiap orang asing yang hendak masuk.

Militer Myanmar juga selama 2 tahun belakangan ini telah membangun pagar-pagar kawat setinggi 3 meter dan pos-pos militer baru yang membatasi desa-desa dan pusat pengungsian Rohingya dengan dunia luar. Akibatnya para pengungsi Rohingya menjadi terisolasi dan membuat akses terhadap kebutuhan hidup dasar seperti makanan, layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya 8menjadi sangat terbatas. [kis/zul]

Komentar Pembaca
Tak Perlu Sahur On The Road

Tak Perlu Sahur On The Road

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 21:00:00

Ahok Tetap Digaji Negara

Ahok Tetap Digaji Negara

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 19:00:00

Baznas Luncurkan Seribu Buku

Baznas Luncurkan Seribu Buku

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 17:00:00

Survei Nasional

Survei Nasional

JUM'AT, 19 MEI 2017 , 15:33:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00