RMOLJAKARTA

Home

Share |
Ditjen Bea Cukai Optimis Penerimaan 2016 Bisa Mencapai 97 Persen dari Target
Jum'at, 23 Desember 2016 , 00:48:00 WIB
Laporan: Zulfahmi Jamba

DITJEN BEA CUKAI, HERU PAMBUDI (BAJU PUTIH) DAN KAKANWIL BEA CUKAI JAKARTA, OENTARTO WIBOWO/ZULJAMBA-RMOLJAKARTA
  

RMOL. Saat ini penerimaan negara yang berasal dari pos bea masuk, bea keluar dan cukai baru mencapai Rp147 triliun atau 79,94 persen dari total targetkan yang ditetapkan dalam APBNP 2016. Namun demikian, Direktur Jenderal Bae dan Cukai, Heru Pambudi optimis sampai akhir Desember 2016 ini, pihaknya mampu merealisasikan sampai 97 persen dari nilai yang ditargetkan.

"APBNP 2016 menargetkan penerimaan negara dari sektor cukai sebesar Rp183,9 triliun. Kita yakin sampai akhir Desember nanti bisa mencapai 97 persen dari yang ditargetkan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, Kamis (22/12).

Alasannya, menurut Heru, pada 31 Desember 2016 bakal terjadi lonjakan penerimaan khususnya pada pos cukai. Pasalnya, karena para pemesan pita cukai untuk hasil tembakau atau rokok dan minuman mengandung ethil alkohol (MMEA) diwajibkan untuk melakukan pelunasan pemesanan sebelum pergantian tahun.

"Mereka yang memesan pita cukai pada November-Desember ya harus melunasi pada 31 Desember. Kanapa kita yakin? karena pesanan tersebut sudah kita kantongi. Karena itulah kita meyakini mampu meraup penerimaan negara sebesar 97 persen dari target yang tercantum dalam APBNP 2016,hingga akhir tahun nanti," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir oleh Dirjen Bea dan Cukai, dari total Rp147 penerima yang telah masukan, Rp30,9 triliun diantaranya berasal bea masuk (BM). Jumlah tersebut 92,74 persen dari Rp33,3 triliun yang ditarget.

Sementara itu, bea keluar (BK) mencapai Rp2,8 triliun, melebih target APBNP 2016 yakni sebesar Rp2,5 triliun. Sementara untuk cukai telah mencapai Rp113,2 triliun atau baru mencapai 76,50 persen dari target Rp148 triliun.

Meski Heru meyakini penerimaan tahun ini bakal mencapai 97 persen, namun masih ada ada risiko pelebaran yang menjadi tanggung jawab Ditjen Bea dan Cukai.

Pasalnya, tertundanya penetapan barang kena cukai (BKC) baru yakni kemasan atau kantung plastik dan penurunan produksi rokok, serta masih turunnya tingkat impor ke Indonesia membuat outlook shortfall penerimaan bea dan cukai melebar dari prognosis awal Rp3 triliun menjadi Rp5,24 triliun.[zul]


Baca juga:
Kakanwil Bea Cukai Jakarta Yakin Mampu Lampaui Target Penerimaan 2016
Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu Cair Dari Hongkong
Selundupkan Burung Hias di Celana, 2 WN China Diamankan Petugas Bea Cukai
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindung di Pelabuhan Tanjung Priok
Uchok Minta Bareskrim Ambil Alih Kasus Penyelundupan Miras dari Bea Cukai


Komentar Pembaca

Kemenko Kemaritiman Ingin Implementasikan Jalan Raya Plastik





Berita Populer

Wali Kota Bekasi Beri Reward Pada Peraih PBB Terbanyak
Februari 2017, Utang Indonesia Bertambah Rp122,6 Triliun
Tingkatkan Potensi UKM, Ralali.Com Gandeng Dinas Koperasi Dan KUMKMP DKI