RMOLJAKARTA

Home

Share |
Tax Amnesty Gagal, Biaya STNK dan BPKB Naik
Senin, 02 Januari 2017 , 13:03:00 WIB
Laporan: Saeful Anwar

ILUSTRASI / NET
  

RMOL. Kebijakan pemerintah menaikkan biaya pengurusan surat kendaraan bermotor seperti STNK dan BPKB, diyakini lantaran program tax amnesty tak sesuai target.

"Pemerintah jangan panik dengan menaikkan pajak-pajak konsumsi karena gagal di tax amnesty," kata pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio saat dihubungi wartawan, Senin (2/1).

Dia pun mengingatkan bila biaya pengurusan surat nomor kendaraan bermotor tidak bisa dimasukkan sebagai pendapatan negara. Kecuali kebijakan itu dibuat untuk pembangunan transportasi umum.

Dikatakan Agus, sebelum membuat kebijakan, lebih baik pemerintah mengatasi kebocoran APBN, bukan menempuh cara praktis dengan membebankan biaya tinggi kepada masyarakat.

"Jangan sasar ke publik untuk gampangnya seperti kasus tax amnesty. Yang lakukan hanya yang di dalam negeri, sedangkan sasaran utama masih sangat minim," ucapnya.

Penaikan tarif baru pengurusan biaya kendaraan bermotor berlaku secara nasional didasarkan atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas PNBP. Peraturan ini dibuat untuk mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan tarif atas PNBP.

Dalam peraturan baru tersebut, terdapat penambahan tarif pengurusan, antara lain pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara. Penaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan mencapai 2-3 kali lipat. [ipk]


Baca juga:
Misbakhun Minta Sri Mulyani Apresiasi Pegawai Pajak dalam Tax Amnesty
Soal Tax Amnesty, Lulung: Ahok Mana Pernah Ngerti!
Dituding Ahok Ngemplang Pajak, Sandiaga: Ini Pidana Pencemaran Nama Baik
Taufik: Ahok Gagal Paham Soal Tax Amnesty
Ikut Tax Amnesty, Bukti Sandiaga 'Ngemplang' Pajak


Komentar Pembaca

Warga NU Dilarang Ikut Aksi 313





Berita Populer

Perhatian... Biaya Haji 2017 Naik Rp240 Ribu