Tembus 250 Ribu Per Kg Harga Cabai Makin Pedas

BPS Bilang Sudah Mulai Turun

Ekonomi  JUM'AT, 06 JANUARI 2017 , 14:21:00 WIB | LAPORAN: HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tembus 250 Ribu Per Kg Harga Cabai Makin Pedas

Cabai/NET

RMOL. Harga cabai tak hanya makin pedas. Tapi juga sudah bikin geger. Setelah belakangan ini melonjak di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg). Baru-baru ini ditemukan rekor baru, harga si pedes melambung hingga tembus Rp 250 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai itu terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Harga normal cabai merah di kota tersebut biasanya hanya 40 ribu per kg dan cabai hijau 35 ribu per kg. Kenaikan harga cabai mulai terjadi sejak akhir tahun, harga terkerek menjadi Rp 70 sampai Rp 80 ribu per kg. Harga terus merangkak hingga akhirnya tembus Rp 250 ribu per kg pada dua hari lalu. Menurut para pedagang, penyebab tingginya harga cabe karena stok kosong.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak percaya harga cabai menyentuh angka Rp 250 ribu per kg. Amran mengaku sudah mengecek langsung.

"Ini saya luruskan. Tadi ada kepala dinasnya. Kita juga telepon langsung harganya itu Rp 40 ribu per kg (harga petani-red). Itu sudah saya cek langsung. Bahkan kami mapping harga cabai," kata Amran di sela-sela rapat kerja nasional pembangunan pertanian di Jakarta, kemarin.

Amran tidak menampik harga cabai di beberapa wilayah Indonesia saat ini tengah mengalami kenaikan. Hal tersebut, menurutnya, disebabkan petani menunda memetik cabai karena curah hujan yang tinggi.

Namun demikian, Amran memastikan pasokan di luar Jawa tercukupi seperti di Kalimantan, Sulawesi, dan Aceh. "Di sentra-sentra produksi cabai, kalau di petani Rp 40 ribu per kg di pedagang Rp 50 ribu per kg, jadi bukan Rp 250 ribu per kg," tegasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan, lonjakan harga paling tajam yang terjadi di luar Jawa hanya terjadi di satu daerah saja. Kalau wilayah lain dalam kondisi normal. "Di beberapa tempat normal. Di Manado sama Golontalo cabai rawit cuma Rp 28 ribu, cabai merah Rp 33 ribu, di Gorontalo juga segitu," ujar Enggar Rabu (4/1) malam.

Enggar menerangkan lonjakan harga cabai di beberapa tempat terkerek karena curah hujan tinggi. Makanya, harga cabai di Gorontalo rendah karena di daerah itu curah hujan rendah.

Enggar mengatakan, pihaknya akan mengatasi daerah yang kekurangan pasokan. Caranya, dengan mendistribusikan stok cabai di daerah yang berlebih pasokan ke daerah yang kekurangan. "Tidak banyak kok jumlah yang kekurangan, hanya di Samarinda dan Balikpapan. Di daerah lain over supply," katanya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, harga cabai di Samarinda sudah turun.

"Memang pada 2-3 Januari 2017 pas libur tahun baru, stok cabai rawit merah kosong di Samarinda sehingga harga mencapai Rp 250 ribu per kg. Tapi kini sudah turun setelah diguyur pasokan dari Surabaya," ujar Sasmito.

Menurut Sasmito, harga cabai di daerah itu kini rata-rata sekitar Rp 90 ribu-Rp 120 ribu per kg.

Pangkas Tengkulak

Presiden Jokowi meminta Mentan dan Mendag memangkas peran tengkulak dalam distribusi produk pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan harga di tingkat petani.

Jokowi mengatakan, untuk mengefisiensikan mata rantai distribusi bisa dilakukan dengan menyiapkan sistem berbasis Information Technology (IT). Misalnya, nanti pembeli bisa berbelanja dengan sistem online sehingga mata rantai berkurang. "Siapkan yang namanya logistic platform, ritel platform. Tanpa itu jangan berharap ada efisiensi sehingga mata rantai di lapangan pemasaran yang sekarang dikuasi tengkulak bisa dipendekkan," kata Jokowi.

Jokowi puas dengan kinerja Mentan dan Mendag selama ini. Keduanya dinilai mampu berkoodinasi dengan baik. Hanya saja, Presiden meminta, infrastruktur pemasaran dilihat secara detail. ***

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00