RMOLJAKARTA

Home

Share |
Polisi Minta Pengeroyok Kader PDIP Menyerahkan Diri
Sabtu, 07 Januari 2017 , 23:39:00 WIB
Laporan: Fahri Haidar

RMOL. Dua dari sepuluh orang yang diduga mengeroyok Widodo, kader PDIP teridentifikasi sebagai anggota sebuah ormas. Polisi mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri.

"Diduga pelakunya sepuluh orang, dua orang diketahui berinisial I dan F. Menurut korban mereka diduga anggota FPI," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie saat dikonfirmasi, Sabtu (7/1).

Roycke mengatakan, dua pelaku teridentifikasi identitasnya karena masih bertetangga dengan Widodo. "Korban dan pelaku ini bertetangga, jadi korban tahu dua orang itu diduga anggota FPI," imbuhnya.

Pengeroyokan ini menurut Roycke bermula ketika cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat melakukan kampanye di Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat (6/1) sore. Saat berkampanye, kedua pelaku ini berteriak-teriak.

"Mereka teriak-teriak haram...haram," imbuh Roycke.

Mendengar hal itu, Widodo menegur keduanya. Namun saat itu tidak ada reaksi dari kedua pelaku.

Hingga pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Widodo yang sedang berada di depan rumahnya didatangi oleh 2 pelaku dan 8 orang lainnya. Para pelaku langsung mengeroyok Widodo hingga babak belur.

Widodo kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

"Ini pidana murni dan tidak ada kaitannya dengan kampanye. Kami imbau kedua pelaku untuk menyerahkan diri," kata Roycke.[prs]


Baca juga:
Polres Jakarta Utara Bekuk 3 Pelaku Pengeroyokan di Cilincing
Pengeroyokan Kader PDIP Dipicu Kalimat 'Haram'
Prasetio: Usut Tuntas Pengeroyokan Kader PDIP!
Usai Dampingi Djarot Kampanye, Kader PDIP Babak Belur Dikeroyok Ormas
Jokowi Tak Layak Disebut Pemimpin Wong Cilik


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer