RMOLJAKARTA

Home

Share |
Djarot Larang Warga Sebarkan Berita Hoax
Minggu, 08 Januari 2017 , 17:36:00 WIB
Laporan: Widodo Bogiarto

DJAROT/RMOLJAKARTA
  

RMOL. Calon Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga Jakarta tidak cepat-cepat mengirimkan berita hoax yang ada di media sosial (medsos) bila belum terjamin kebenaran informasi dari berita tersebut. Karena isi berita hoax tidak membawa manfaat positif bagi kehidupan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Informasi kayak begitu, langsung di delete (dihapus) saja. Kalau perlu jangan dibaca, langsung hapus," kata Djarot seusai menghadiri acara Silaturahmi dengan Warga Blitar Raya di NAM Centre Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat (Minggu, 8/1).

Djarot menegaskan, dia tidak mau menanggapi berita atau informasi hoax. Selain tidak punya media sosial, dia juga tidak mau meneruskan berita yang tidak bisa dijamin kebenarannya. Dirinya khawatir jadi turut menyebarluaskan informasi atau berita palsu yang dapat menimbulkan ketakutan, kebencian, fitnah dan permusuhan antar warga.

"Saya bersyukur, saya tidak akan menanggapi berita-berita hoax seperti itu. Kenapa? Karena saya tidak mengikutin medsos, saya tidak aktif di medsos. Enak banget ya. Sehingga saya tidak tahu, bagaimana mau menanggapi, orang saya enggak mengerti. Jadi santai saja," ujarnya.

Tetapi dia mendukung langkah pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi yang menertibkan portal berita yang menyebarkan berita dan informasi hoax. Setiap isi berita yang menyebarkan kebencian, permusuhan, fitnah dan caci maki, jelas harus diterbitkan.

"Tugas ini bukan hanya Kementerian Informasi, tetapi juga seluruh warga Jakarta supaya lebi h cerdas memilih informasi atau berita yang benar," tuturnya.

Meski tidak punya medsos, Djarot mengaku dia mempunya aplikasi WhatsApp (WA). Dia mengakui kerap kali mendapatkan berita atau informasi hoax di WA yang ia punya. Tetapi ia tidak mau meneruskan berita atau informasi tersebut ke nomor WA teman atau saudaranya.

"Ketika ada berita mengandung kayak gitu, itu pasti saya hapur kok. Jadi jangan sampai shart, copy berita-berita seperti itu. Itu menciptakan ketakutan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain tanpa ada siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.

Bagi dirinya, pelaku yang menyebarkan berita atau informasi hoax di medsos atau di aplikasi online lainnya, adalah tindakan pengecut. Apalagi kalau oknum tersebut memakai akun medsos palsu.

"Jadi saya menyambut baik penertiban berita hoax. Bagi saya yang menyeberkan seperti itu ya pengecut. Apalagi pakai akun-akun palsu ya. Kemarin itu, saya baca berita kandidat yang berperang di twitter akhirnya ketemu di darat untuk saling bertemu, tatap muka, berdialog. Itu bagus. Itu bertanggung jawab," ungkapnya. [ipk]


Baca juga:
Djarot: Pemilih DKI Tak Bisa Disogok
Menkominfo Akui Blokir Bukan Cara Ampuh Basmi Hoax
Kader PDIP Dianiaya Anggota Ormas, Djarot: Ini Demokrasi Bar-bar!
Djarot Diminta Tiru Pola Kepemimpinan Sumarsono
Cegah Media Negatif, Dewan Pers Bakal Buat Barcode Media


Komentar Pembaca

Ahok Susun Sendiri Pledoinya





Berita Populer