RMOLJAKARTA

Home

Share |
Kata Sandiaga, Lahan 18 Hektar Kurang Untuk Penuhi Pasokan Cabai di Jakarta
Rabu, 11 Januari 2017 , 22:31:00 WIB
Laporan: Lopi Kasim

  

RMOL. Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilih tiga, Sandiaga Uno, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang berencana membuka lahan cabai untuk mengatasi masalah pasokan cabai di Jakarta.

Kebun cabai seluas 18 hektar tersebut rencananya dibuka di Tangerang. Meski mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov DKI Jakarta, Sandiaga yang juga pernah berkecimpung sebagai pengusaha ini menilai, lahan seluas 18 hektar tersebut masih kurang untuk memenuhi pasokan cabai di Jakarta.

Menurut Sandiaga, pemerintah harusnya meningkatkan lahan cabai tersebut. "Bagus, bagus banget, tetapi 18 hektar masih sedikit untuk Jakarta," ujar Sandiaga di GOR Sunter, Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Sandiaga menambahkan, program kestabilan bahan pokok, termasuk cabai, telah masuk ke dalam program utama Sandiaga jika terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam program itu, Sandiaga berencana meningkatkan pasokan cabai dua kali lipat dibanding pasokan yang ada saat ini.

Begitu juga dengan kestabilan harga yang diharapkan bisa dijangkau masyarakat. "Saya lihat bagaimana amankan pasokan cabai dua kali lipat (pasokan) dari sekarang, sekarang (harga) sama seperti daging sapi. (Kami ingin) harganya bisa terjangkau," ujar Sandiaga.

Penanaman cabai tersebut akan diawasi langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta.

Saat ini, pasokan cabai di Jakarta berkisar 40-50 ton per hari, padahal jumlah pasokan cabai yang diperlukan untuk Jakarta sebanyak 120 ton per hari.

Berkurangnya pasokan membuat harga cabai meroket menjadi Rp 120.000 sampai Rp 150.000/kg.[prs]


Baca juga:
Sandiaga Akui Sudah Ada Calon Investor Program OKOCE
Cara Sandi Hadirkan Keamanan Bagi Warga Jakarta
Garasi Inovasi, Program Sandi untuk Pengusaha Pemula
Sandi Bakal Perbanyak Lokasi Binaan PKL
Sandi: Ancol Milik Masyarakat Bukan Pemprov


Komentar Pembaca

Pulau Fam Raja Ampat Jadi Konservasi, Penangkapan Ikan Dilarang





Berita Populer