Ini Cara Anies Atasi Kekerasan di Sekolah

 RABU, 11 JANUARI 2017 , 23:19:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Ini Cara Anies Atasi Kekerasan di Sekolah
RMOL. Penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) kembali terjadi. Kali ini, taruna tingkat dua Amirullah Adityas Putra, tewas setelah dianiaya empat seniornya.

Menanggapi hal itu, calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pengawasan terhadap siswa dan mahasiwa harus dilakukan dari awal dan harus ada ketegasan untuk mengantisipasi kekerasan di sekolah kembali terjadi.

"Saya waktu itu (saat jadi Mendikbud) melakukan 0 (nol) kekerasan di sekolah," kata Anies, usai kegiatan kampanye Rabu Bersama di GOR Sunter,  Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Menurut Anies, cara agar tindak kekerasaan di sekolah tersebut tidak terjadi adalah dengan menerapkan aturan baru setiap memasuki tahun ajaran baru. Aturan tersebut juga harus disosialisasikan kepada pihak terkait.

"Ketika sudah terjadi kekerasan, jangan pernah tidak dihukum. Harus ada pembinaan, harus ada sanksi. Kalau sampai meninggal, pidana itu jadinya," tegasnya.

Dirinya, kata Anies, berharap kasus kekerasan di STIP tersebut tidak kembali berulang. Begitu juga dengan kekerasan yang bisa saja terjadi di sekolah-sekolah lainnya

"Kita akan buat gugus pencegahan kekerasan di tiap-tiap sekolah, gugus penanggulan kekerasan di tiap-tiap wilayah sehingga potensi-potensi kekerasan bisa dideteksi awal," kata dia.

Kekerasan di sekolah, lanjut Anies,  hampir selalu terjadi dan dilakukan secara bertahap.

"Pertama, kekerasan kecil-kecil didiamkan lalu menjadi ekstrem. Akhirnya muncul peristiwa besar. Kalau ada gugus di tiap-tiap unit sekolah maka gugus itu bisa membina sebelum persoalannya menjadi persoalan yang besar sampai kekerasan yang fatal," ungkapnya.

Anies mengatakan, setiap sekolah harus memiliki papan dan nomor telepon untuk melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi di setiap sekolah.

"Hari ini kalau mau lapor kekerasan kemana coba?" ujarnya.

Menurut Anies, selama ini jika ada kekerasan di sekolah belum tentu berani dilaporkan. Dengan adanya gugus tugas di setiap sekolah, hal itu bisa dilaporkan dan petugas dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

"Solusinya adalah di tiap sekolah harus ada papan pengumuman, nomor-nomor telepon, nama-nama orang yang dilapori sehingga korban bisa lapor dan penanganan bisa langsung dilakukan," pungkasnya.[prs]

Komentar Pembaca
Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00